Logo Sulselsatu

Percepat Pemadaman TPA Tamangapa, Damkar Makassar Manfaatkan Nozzle Tanam

Asrul
Asrul

Selasa, 17 September 2019 16:11

Petugas pemadam kebakaran Kota Makassar memadamkan sisa-sisa api. (Sulselsatu/Kink Kusuma Rein)
Petugas pemadam kebakaran Kota Makassar memadamkan sisa-sisa api. (Sulselsatu/Kink Kusuma Rein)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Memasuki hari ke tiga, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Makassar terus berupaya memadamkan api di area TPA Tamangapa. Saat ini, Disdamkar memanfaatkan metode nozzle tanam untuk lebih mengefektifkan proses pemadaman api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Taufiek Rachman menuturkan, pihaknya melibatkan Manggala Agni Daerah Operasi Gowa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Teknologi nozzle tanam pertama kali kami terapkan di TPA Antang. Tahun sebelumnya, kami memanfaatkan metode penyiraman pada permukaan untuk memadamkan api yang memakan waktu hingga enam hari,” kata Taufiek Rachman saat ditemui di TPA Tamangapa, Selasa (17/9/2019).

Baca Juga : 2025 Damtor Siap Beroperasi Diseluruh Kecamatan Makassar

Selama ini, metode nozzle tanam banyak dimanfaatkan di area kebakaran gambut termasuk kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau.

Kepala Manggala Agni Daerah Operasi Gowa KLHK Ishak Andi Kunna mengatakan, metode nozzle tanam digunakan di TPA Antang karena memiliki karakteristik menyerupai lahan gambut yang sumber apinya berasal dari dalam tumpukan atau timbunan sampah yang mengandung gas metan.

“Kebakaran lahan gambut dan TPA Antang memiliki karakteristik ground fire atau kebakaran bawah. Di lahan gambut, api membakar bahan organik di bawah permukaan sementara di TPA Antang api membakar bahan non organik di bawah permukaan,” terang Andi Ishak.

Baca Juga : Damkar Makassar Siapkan 14 Armada Siaga 24 Jam Amankan Logistik Pemilu

Ada 20 personel yang diturunkan untuk menyuntikkan cairan kimia flame freeze

(racun api) di kedalaman sampah. Cairan ini sebelumnya ditampung di tandon (bak) berdiameter 2 meter yang dicampur dengan air sebanyak 5 kubik dari armada Damkar Makassar. Hasil campuran inilah yang diinjeksi ke dalam tanah dengan alat nozzle tanam.

“Cairan kimia flame freeze disuntikkan ke dalam tanah sejauh 2 hingga 3 meter. Metode ini memang spesialis pemadaman kebakaran tipe bawah tanah. Cara ini dapat mempercepat proses padamnya api di kedalaman sampah. Di dalam kan banyak gas metan,” ucap Ishak.

Baca Juga : Damkar Makassar Tunjukkan Dukungan untuk Palestina dengan Water Dance di Malam Pergantian Tahun

Kabid Operasi Damkar Makassar, Hasanuddin juga mengatakan metode nozzle tanam ini dibarengkan dengan metode penyiraman pada permukaan.

“Jadi sekarang kita kerja sama. Jadi mereka fokus padamkan api dari dalam bawah tanah, sedang kami fokus pendinginan dari permukaan diperkuat dengan water canon dari Brimob Polda Sulsel,” kata Hasanuddin.

Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video30 Juni 2026 22:33
VIDEO: Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook
SULSELSATU.com – Mantan Menteri Mendikbudristek, Nadiem Makarim, divonis bersalah dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Majelis hakim...
Makassar30 Juni 2026 20:05
Pendaftaran Sekolah Cendekia Merah Putih Sulsel Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
SULSELSATU.com,MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka pendaftaran murid baru Sekolah Cendekia Merah Putih (SCMP) mulai 29 Juni ...
OPD30 Juni 2026 19:19
Mayoritas Fraksi DPRD Sulsel Dorong Hak Angket untuk Selamatkan Aset CPI
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Mayoritas fraksi di DPRD Sulawesi Selatan menyuarakan dukungan agar usulan penggunaan hak angket terhadap kerja sama Peme...
Bisnis30 Juni 2026 19:05
Kalla Toyota Tutup Semester I 2026 dengan Pertumbuhan Penjualan 13 Persen
Kalla Toyota mencatatkan pertumbuhan penjualan positif sepanjang Juni 2026. Hingga 30 Juni 2026, jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) mencapai 1.852...