Logo Sulselsatu

KPK Periksa Harta Kekayaan 35 Pejabat di Sulsel

Asrul
Asrul

Selasa, 22 Oktober 2019 21:41

Komisi Pemberantasan Korupsi. (INT)
Komisi Pemberantasan Korupsi. (INT)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan harta kekayaan puluhan pejabat di Sulsel.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, hal ini merupakan upaya pencegahan korupsi sekaligus untuk memperkuat pengawasan internal di Sulsel. Rangkaian pemeriksaan harta kekayaan para penyelenggara Negara (PN) di Sulsel dimulai sejak Senin (21/10/2019) kemarin hingga empat hari ke depan.

Dia menyebutkan, setidaknya ada 35 pejabat yang diperiksa asal-usul harta kekayaannya. Pejabat yang akan diperiksa mulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, Kepala Bidang, Bupati dan Wali Kota, anggota DPRD hingga mantan pejabat.

Baca Juga : Kajati Baru Didesak Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi P3A di Takalar

“Kami ingin mengetahui kebenaran, keberadaan, dan kewajaran laporan harta yang disampaikan oleh penyelenggara negara,” kata Febri, Selasa (22/10/2019).

Febri menjelaskan, klarifikasi harta kekayaan pejabat ini sesuai dengan amanah Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 Pasal 5 angka 2 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme bahwa setiap penyelenggara negara berkewajiban untuk bersedia diperiksa kekayaanya sebelum, selama, dan setelah menjabat.

“Pemeriksaan LHKPN kali ini dilakukan kepada para penyelenggara negara di Sulsel berdasarkan kriteria dan pertimbangan pemeriksa, seperti aspek resiko
jabatan. KPK akan melihat kelengkapan administrasi atau dokumen pendukung kepemilikan aset dan asal usul aset,” jelas dia.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

Febri juga menambahkan bahwa hasil pemeriksaan itu akan dianalisis lebih lanjut untuk perbaikan LHKPN jika ditemukan harta yang belum dilaporkan atau baru dimiliki penyelenggara negara. Hanya KPK tidak merilis jumlah harta pejabat yang diperiksa.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, yang dilakukan KPK merupakan langkah untuk mengantisipasi maraknya OTT kepala daerah yang terjadi di Indonesia saat ini.

“Jadi dengan korsupgah (koordinasi, supervisi, dan pencegahan) KPK ini, kita berusaha bekerja secara profesional. Kita dorong agar kepala daerah di Sulsel bekerja secara
terintegritas,” katanya.

Baca Juga : Bupati Takalar Pastikan Tak Terlibat Korupsi, Siap Bantu KPK Ungkap Fakta

Saat ditanya soal jumlah harta kekayaan yang dimiliki, Nurdin menolak menjelaskannya kepada awak media. Ia hanya mengaku sudah dimintai klarifikasi soal hartanya. Namun, ia enggan membeberkan apakah LHKPN-nya berkurang atau bertambah.

“Ini hanya evaluasi. Gak ada yang bertambah (hartanya),” katanya.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News31 Oktober 2026 13:41
Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa
PT Vale Indonesia Tbk membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai pasok Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa melalui sosiali...
News31 Oktober 2026 12:58
Pelindo dan Pemprov Sulsel Perkuat Kerja Sama Maritim
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membahas penguatan kerja sama untuk meningkatkan laya...
News31 Oktober 2026 12:08
45 Karyawan Sari Roti Ikuti Edukasi Safety Riding Asmo Sulsel
Sebanyak 45 karyawan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (Sari Roti) mengikuti edukasi keselamatan berkendara atau safety riding yang digelar Astra Motor ...
News31 Oktober 2026 12:01
OJK Raih Sertifikasi ISO untuk Pengawasan PPDP
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meraih sertifikasi internasional ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen mutu bidang pengawasan sektor Perasuransian, Penjam...