Logo Sulselsatu

22 Juta Orang Indonesia Masih Kelaparan

Asrul
Asrul

Rabu, 06 November 2019 16:59

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Sebanyak 22 juta orang Indonesia hingga kini masih kelaparan. Fakta tersebut terungkap dalam laporan Asian Development Bank (ADB) bersama International Food Policy Research Institute (IFPRI) yang bertajuk ‘Policies to Support Investment Requirements of Indonesia’s Food and Agriculture Development During 2020-2045’.

Kelaparan yang diderita 22 juta orang tersebut, atau 90 persen dari jumlah orang miskin Indonesia versi Badan Pusat Statistik (BPS) yang sebanyak 25,14 juta orang dikarenakan masalah di sektor pertanian, seperti upah buruh tani yang rendah dan produktivitas yang juga rendah.

“Banyak dari mereka tidak mendapat makanan yang cukup dan anak-anak cenderung stunting. Pada 2016-2018, sekitar 22,0 juta orang di Indonesia menderita kelaparan,” terang laporan tersebut dikutip dari laman resmi ADB, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga : Isu Ijazah Palsu Jokowi, Kuasa Hukum: Serangan Politis, Bukan Cari Kebenaran

Kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi juga tercatat terus turun. Pada 1975 silam, sektor pertanian masih menyumbang 30 persen. Kemudian, susut menjadi 23 persen pada 1985, dan berlanjut menjadi 15,3 persen pada 2010. Lalu, 13,1 persen pada 2017 lalu.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian menyerap lebih lambat tenaga kerja ketimbang pertumbuhan sektor pertanian. Kemudian, meskipun tren produksi pangan meningkat, tetapi distribusinya tidak merata tersebar di Indonesia. “Kerawanan pangan tetap menjadi masalah,” tulis laporan tersebut.

Salah satu buktinya, Indonesia menempati urutan ke-65 di antara 113 negara dengan Indeks Keamanan Pangan Global (GFSI) yang dirilis Economist Intelligence Unit (The Economist 2018).

Baca Juga : Warisan Utang Era Jokowi Dinilai Jadi Biang Efisiensi Anggaran

Peringkat Indonesia itu terbawah dibandingkan Singapura pada urutan pertama, Malaysia ke-40, Thailand ke-54, serta Vietnam ke-62. “Karena akses untuk mendapatkan makanan di Indonesia cukup rendah,” kata laporan itu.

Namun demikian, ADB menyebut bahwa Indonesia dapat mengurangi kasus kelaparan pada 2030 dan mengakhirinya pada 2045. Dengan catatan, RI dapat meningkatkan investasinya di bidang pertanian untuk memodernisasi sistem dan pasar pangan, sehingga lebih efisien.

Selain itu, ADB mengusulkan agar produksi pangan ditingkatkan, sinergi antara investasi dan kebijakan harus menciptakan lebih banyak peluang dan efisiensi dalam mencapai ketahanan pangan bagi masyarakat.

Baca Juga : Jokowi Sebut Tak Ada yang Berani Kritik Prabowo, Ini Alasannya

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa swasembada pangan, termasuk meningkatkan ketahanan pangan, tidak bisa dilakukan secara instan.

“Kedaulatan pangan kita langsung sehari-dua hari balikkan tangan jadi, tidak akan mungkin seperti itu,” jelasnya dalam Rakornas dan Diskusi Nasional HKTI pada Maret lalu.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi19 September 2026 20:06
OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang menjadi dasar pengaturan dan pengawasan Bursa Mineral dan Ko...
Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...