Logo Sulselsatu

SYL Pastikan Desember 2019 Data Pertanian Nasional Berpusat di BPS

Asrul
Asrul

Minggu, 24 November 2019 16:41

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat membawakan kuliah umum di Unismuh Makassar. (IST)
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat membawakan kuliah umum di Unismuh Makassar. (IST)

JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan seluruh data pertanian nasional per 1 Desember 2019 akan berpusat di Badan Pusat Statistik (BPS).

Pemusatan ini ditempuh SYL setelah data-data tentang pertanian tak ada yang akurat. Masing-masing pihak punya data sendiri-sendiri.

“Kalau kita punya data tidak pernah tepat atau semu data ini hanya asumsi-asumsi maka kita tidak pernah merencanakan dengan tepat apa yang harus kita lakukan,” ujar Syahrul di Kantor PT Charoen Pokhpan Indonesia, Jakarta, dilansir CNNIndonesia, Minggu (24/11/2019).

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Data Statistik, Pemkab Gowa Perkuat Kolaborasi Dengan BPS

Syahrul menuturkan data yang difokuskan oleh pemerintah saat ini adalah data beras nasional. Dia berkata data mengenai beras termasuk lahan persawahan tidak boleh berdasarkan asumsi.

“Harus faktual,” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi NasDem ini tidak mengelak adanya potensi kesalahan data pada saat proses penggabungan data dari berbagai kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Akan tetapi, dia meyakini perkembangan teknologi lambat laun akan meminimalisir potensi kesalahan data tersebut.

Baca Juga : VIDEO: Uang Hasil Korupsi SYL Diduga untuk Beli Alphard hingga Perawatan Wajah

Terlebih, dia menyebut pencitraan satelit yang kian mampu secara detil melihat lahan semakin menambah optimisme penurunan kesalahan data.

“Saya kira kita harus bisa yakini itu,” ujar Syahrul.

Sebelumnya, Syahrul menargetkan merampungkan satu data pertanian dalam 100 hari kerjanya. Satu data yang dimaksud terkait dengan data produksi, luas panen, dan data komoditas.

Baca Juga : VIDEO: Ini Alasan KPK terkait Percepatan Panangkapan SYL

“Pertama, akan ada satu data yang akurat, sehingga semua orang akan menjadikan itu sebagai acuan awal dan akhir. 100 hari harus selesai lah,” ujarnya saat mengunjungi kantor Trans Media Group, Kamis (24/10).

Terkait satu data pertanian itu, ia menyebut bakal berkoordinasi dengan BPS, pemerintah daerah, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan, hingga lurah dan desa.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Februari 2026 17:09
Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi untuk Keunggulan Layanan dan Bisnis
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services...
Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...
Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...