Logo Sulselsatu

Ini Alasan MK Tolak Judicial Review UU KPK

Asrul
Asrul

Kamis, 28 November 2019 15:59

Sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi. (Int)
Sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi. (Int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak gugatan uji materi atau judicial review Undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Majelis hakim MK beralasan gugatan yang diajukan puluhan mahasiswa itu tidak sesuai atau error of objecto dengan pokok permohonan.

Hakim MK Enny Nurbaningsih mengatakan puluhan mahasiswa tidak menggugat UU Nomor 19 tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau UU KPK, melainkan UU Nomor 16 tahun 2016 tentang Perkawinan.

Diketahui, saat gugatan diajukan, UU KPK sudah disahkan oleh DPR namun belum diberi nomor oleh Kementerian Hukum dan HAM. Meski belum bernomor, UU tersebut sudah digugat.

Baca Juga : MK Ingatkan Aparat, Karya Jurnalistik Tak Bisa Langsung Dipidanakan

“Setelah Mahkamah membaca dengan saksama perbaikan permohonan para Pemohon tersebut telah ternyata bahwa UU Nomor 16 Tahun 2019 yang disebut oleh para Pemohon dalam posita dan petitumnya sebagai UU Perubahan Kedua atas UU No.30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi adalah tidak benar karena UU No.16 Tahun 2019 adalah UU tentang Perubahan Atas UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

“Dengan demikian permohonan para Pemohon berkenaan dengan UU Nomor 16 Tahun 2019 yang menurut para Pemohon adalah UU tentang Perubahan Kedua atas UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi merupakan permohonan yang salah objek (error in objecto),” kata Enny saat membacakan pertimbangan putusan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, seperti dilansir CNNIndonesia, Kamis (28/11/2019).

Kesalahan objek permohonan itu berarti pengujian terhadap Pasal 29 poin 9, Pasal 30 Ayat (13), dan Pasal 31 UU KPK sudah tidak memiliki relevansi untuk dipertimbangkan lebih lanjut.

Baca Juga : Gerindra Minta Waktu Kaji Putusan MK Soal Pemilu Terpisah, Singgung Semangat UUD 1945

Enny mengatakan permohonan uji materi terhadap pasal-pasal tersebut baru bisa dipertimbangkan lebih lanjut jika dikaitkan dengan UU No. 19 tahun 2019 tentang KPK. Bukan dikaitkan dengan UU No. 16 tahun 2019 tentang perkawinan.

“Sehingga apabila para Pemohon hendak mengajukan pengujian Pasal 29 angka 9, Pasal 30 ayat (13) dan Pasal 31 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 seharusnya dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, sebab, kedua undang-undang tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” ucap Enny.

Hakim Ketua MK Anwar Usman lalu menyampaikan bahwa MK menolak permohonan yang diajukan Zico Leonard dan puluhan mahasiswa lainnya.

Baca Juga : Putusan MK Hapus Format Pemilu Serentak, Pengamat Unhas: Koreksi atas Beban Demokrasi yang Terlalu Berat

“Permohonan para Pemohon mengenai pengujian Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi adalah salah objek (error in objecto),” tutur Anwar.

“Permohonan para Pemohon tidak dipertimbangkan lebih lanjut,” lanjutnya.

UU KPK hasil revisi disahkan oleh DPR pada 17 September 2019. UU itu tidak langsung diberi nomor oleh Kemenkumham karena belum ditandatangani Presiden Jokowi.

Baca Juga : Fahri Bachmid: Putusan MK Soal Pemilu Pisah, Perpanjangan Masa Jabatan DPRD Jadi Opsi Konstitusional

Baru pada 17 November, diberi nomor dengan UU No. 19 tahun 2019 oleh Kemenkumham usai sah berlaku dengan sendirinya setelah 30 hari tak ditandatangani Jokowi.

Namun, puluhan mahasiswa sudah kepalang mengajukan permohonan uji materi ke MK sebelum UU KPK diberi nomor.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....
Hukum02 November 2026 16:07
Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
SULSELSATU, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang seluruh personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), menggunakan ro...