SULSELSATU.com, JAKARTA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mulai memanaskan mesin organisasi menjelang Pemilu 2029 dengan meluncurkan Program Capacity Building bagi pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di seluruh Indonesia.
Peluncuran program tersebut dilakukan bertepatan dengan rangkaian kegiatan Silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah dan Rapat Koordinasi IV pimpinan DPP dan DPW yang digelar secara daring, Sabtu (4/4/2026).
Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, mengatakan program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang partai dalam mempersiapkan kemenangan pada Pemilu mendatang.
Baca Juga : Anis Matta Ajak Kader Gelora Siaga Hadapi Gejolak Geopolitik Global
“Partai Gelora hari ini meluncurkan program pengembangan kapasitas untuk para pimpinan partai di DPD. Hal ini kita lakukan dalam rangkaian menabung syarat-syarat kemenangan di Pemilu 2029,” ujar Anis dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut melengkapi tiga agenda sebelumnya yang telah dijalankan partai, yakni ideologisasi, pengembangan wawasan, dan rekrutmen anggota. Anis juga mengingatkan jajaran wilayah dan daerah agar segera menuntaskan program kaderisasi ideologisasi.
“Saya mengingatkan kepada seluruh DPW dan DPD yang belum melakukan Program Ideologisasi untuk segera mengatur jadwal penyelenggaraan kaderisasi,” katanya.
Baca Juga : Partai Gelora Sulsel Teguhkan Kepemimpinan Solutif Lewat Leaders Meet Up di Tiga Zona
Dalam pengembangan wawasan, Partai Gelora mengusung enam tema utama, meliputi keislaman, geopolitik, kebangsaan, spiritual, kepribadian, dan kewirausahaan. Program ini diharapkan mampu membentuk komunitas masyarakat yang memiliki basis pengetahuan kuat.
Anis menyebut, salah satu tema yang mendapat respons luas dari publik adalah geopolitik. Bahkan, partai berencana memperluas penyebaran materi melalui berbagai platform digital.
“Alhamdulillah, terutama tema geopolitik mendapatkan sambutan luas masyarakat, tidak hanya pengurus dan kader. Dan Insya Allah kita juga akan membuat podcast untuk tema geopolitik dan isu-isu politik,” ujarnya.
Baca Juga : GELORA Sulsel Optimis Rebut 7 Kursi DPRD di Pileg 2029
Ia menambahkan, program pengembangan wawasan juga berfungsi sebagai pintu masuk dalam memperluas basis keanggotaan partai.
“Program pengembangan wawasan ini merupakan bahan saudara-saudara semuanya untuk melakukan rekrutmen. Program Rekruitmen Anggota yang sudah kita launching bulan lalu, bisa kita mulai dari sini,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gelora, Mahfuz Sidik, menegaskan bahwa program capacity building merupakan agenda nasional yang menyasar seluruh struktur partai, tidak hanya DPD tetapi juga DPP dan DPW.
Baca Juga : Gelora Sulsel Bakal Rancang Pola Pemenangan Prabowo Presiden
“Program peningkatan kapasitas struktur ini merupakan program prioritas kategori Indonesia,” kata Mahfuz.
Wakil Ketua Tim Capacity Building DPW-DPD, Gungun Gunawan, menilai program ini bukan sekadar seremoni peluncuran, melainkan kelanjutan dari penguatan kualitas struktur partai yang telah dimulai melalui program ideologisasi.
“Program ini kita sebut sebagai program peningkatan kapasitas untuk manajemen Partai Gelora, karena struktur sudah terbentuk. Pimpinan kita ingin terciptanya masyarakat berpengetahuan, sekaligus menciptakan learning yang lebih terukur,” ujarnya.
Baca Juga : Anis Matta Pimpin Partai Gelora Deklarasi Prabowo Capres 2024
Sekretaris Tim Capacity Building, Muhammad Sutiyadi, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan manajerial dan berpikir strategis para pimpinan di tingkat daerah.
“Jadi hari ini kita tidak hanya sekadar meluncurkan program pelatihan, tapi kita juga sedang memulai mesin penggerak baru bagi jalannya organisasi,” kata Sutiyadi.
Ia menegaskan, peran DPD sebagai ujung tombak partai akan sangat menentukan keberhasilan pada Pemilu 2029.
“Materi akan diberikan para pemateri yang berpengalaman dalam politik, sekaligus akan menjadi pendamping untuk menterjemahkan visi misi strategis di lapangan. Kita akan jadikan DPD ini driver kemenangan,” ujarnya.
Program ini akan dibagi dalam empat klaster utama dengan total 16 modul, mencakup manajemen komunikasi, organisasi, hingga penggalangan. Targetnya, dalam waktu 6 hingga 12 bulan ke depan, partai dapat melihat peningkatan kapasitas struktur secara signifikan.
“Dalam waktu 6-12 bulan mendatang, kita dapat mengetahui keberhasilannya. Kita akan memiliki struktur yang lebih rapi, serta pengurusnya memiliki kapasitas dan energi kepemimpinan,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar