SULSELSATU.com, MAKASSAR – Lembaga General Survei Indonesia (GSI) membeberkan tren elektabilitas Munafri Arifuddin (Appi) sebagai penantang Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny) melonjak.
“Grafik tren elektabilitas Danny Pomanto turun dari 43,1 persen pada September 2019 menjadi tersisa 32,4 persen pada November 2019. Sementara calon penantang mengalami tren kenaikan elektabilitas yang signifikan,” beber Direktur Eksekutif PT General Survei Indonesia (GSI), Herman Lilo, Senin (2/12/2019).
Herman mengatakan, elektabilitas Appi mengalami tren positif yang tinggi. Di mana semula hanya 16,4 persen pada survei di bulan September lalu, naik menjadi 25 persen di bulan November. Begitupun Ical juga naik dari 8,5 persen menjadi 14,3 persen.
Baca Juga : Unggulkan Timnas Garuda, Ini Prediksi Skor Amri Arsyid Bahrain vs Indonesia
“Posisi seperti ini sangat berbahaya bagi calon incumbent seperti Danny. Sebab kecenderungan elektabilitas incumbent dalam sebagian besar pilkada adalah grafiknya turun, bukan naik. Sangat jarang ditemukan kasus tren incumbent yang grafiknya naik,” lanjutnya.
Sehingga, Herman menilai posisi Danny berada dalam radar merah. Dengan kata lain, berpotensi kalah.
Senada dengan Herman, pengamat politik Unhas Sawedi Muhammad mengatakan salah satu penyebab utama hilangnya pengaruh Danny di jajaran birokrat Pemkot Makassar adalah kebijakan mutasi yang tidak populer jelang akhir kepemimpinannya.
Baca Juga : Janji Pasangan AMAN agar Warga Makassar Tidak Terdampak Krisis Air Tiap Tahun
“Selain itu tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Danny yang rendah. Sebab tidak ada prestasi Danny sebagai wali kota yang bisa membuat geleng-geleng kepala atau mencengangkan. Artinya prestasi Danny biasa-biasa saja,” kata Sawedi.
Penulis: Asrul
Editor: Kink Kusuma Rein
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar