SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggelar rapat monitoring dan evaluasi (Monev) hasil Pra PON bersama pimpinan cabang olahraga (cabor) se-Sulsel menuju PON 2020.
Staf Ahli Gubernur Bidang Kesra Sri Endang Sukarsih yang mewakili Sekda Sulsel mengatakan monev Pra PON itu unntuk mengetahui kekeruang dan kelebihan jelang persiapan PON Oktober 2020 di Papua.
“Mewakili Sekda, saya menyampaikan bahwa yang harus dibangun adalah trust atau kepercayaan, ini penting sekali bagaimana kita bekerja sama kan kita mau capai kerjasama yang baik untuk prestasi yang gemilang ke prestasi yang baik,” ujarnya,
Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK
Endang mengatakan, atlet Sulsel harus mencapai target PON 2020 dengan melampaui catatan PON 2016. Sulsel saat itu, kata Endang, hanya menempati peringkat 12. Monev ini diharapkan mampu memperbaiki capaian selanjutnya.
“Saya dengar target tadi peringkat 10. Kemarin kan 12 diharapkan naik masuk 10 besar. Itu persoalan tidak mudah kalau tidak dipersiapkan dengan baik. Semua tergantung manajemen cabor bagaimana dia mengurus atlet,” sebutnya.
Diketahui, laporan Satgas hasil perlaksaan Pra Pon terdapat 31 cabor yang lolos, 12 cabor yang lolos Kerjurnas dan 5 cabor tidak lolos Pra Pon, salah satunya yakni Panahan. Padahal, Sulsel punya sejarah gemilang cetak atlet panahan hingga ke olimpiade.
Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo
Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar