Logo Sulselsatu

Soal Klaim Natuna, DPR Minta Pemerintah Seret China ke PBB

Asrul
Asrul

Senin, 06 Januari 2020 09:57

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha mendesak pemerintah untuk membawa masalah kapal-kapal dan klaim China atas perairan Natuna ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut dia, sebagai anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia bisa membahas hal ini di sidang PBB.

“Sebagai anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia mestinya membawa masalah tersebut ke PBB, sebab tidak hanya Indonesia, namun regional ASEAN juga terancam oleh manuver Chin,” kata Syaifullah, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Senin (6/1/2020).

Menurut Syaifullah, langkah diplomasi lewat PBB ini perlu ditempuh, mengingat China merupakan anggota Tetap Dewan Keamanan PBB bersama empat negara lainnya, yaitu Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Baca Juga : RUU Perubahan UU Kepariwisataan Disepakati, Pasal Soal Pendidikan Tinggi Direvisi

“Indonesia perlu memaksimalkan langkah diplomasi, sambil tetap pengerahan kapal militer untuk menjaga perairan Laut China Selatan (di Natuna),” ujarnya.

Politikus PPP itu menilai manuver China di wilayah perairan Indonesia merupakan upaya Negeri Tirai Bambu itu untuk menunjukkan kekuatan militernya ke dunia internasional usai kapal perang AS bermanuver di sekitar Kepulauan Spratly, pulau buatan China, dekat Filipina.

“Ada kesan bahwa manuver China di perairan Natuna merupakan manuver balik China atas kapal selam dan pesawat tempur milik USA di kepulauan ‘buatan’ China sepekan sebelumnya,” tuturnya.

Baca Juga : DPR Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi Dampak Pemangkasan Dana Transfer Daerah

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah tidak akan berkompromi dalam mempertahankan kedaulatan RI, terkait polemik perairan Natuna. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman.

“Tak ada kompromi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia,” kata Jokowi.

RI telah melayangkan nota protes kepada China terkait kapal penjaga pantai dan kapal penangkap ikan mereka memasuki perairan Natuna, Kepulauan Riau. Kementerian Luar Negeri menyatakan telah memanggil Duta Besar China di Jakarta untuk menyampaikan protes tersebut.

Baca Juga : Komisi VI Dukung Transformasi Bisnis Manajemen Baru Telkom

Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan pernah mengakui Sembilan Garis (klaim atas sembilan titik imaginer) China di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Retno mengatakan batas wilayah itu merupakan klaim sepihak tanpa dasar hukum

“Indonesia tidak pernah akan mengakui 9 dash line, klaim sepihak yang dilakukan oleh China yang tidak memiliki alasan hukum yang diakui oleh hukum internasional, terutama UNCLOS 1982,” kata Retno.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel11 Januari 2026 16:27
Wali Kota Parepare Turun Langsung ke Pantai Lumpue, Pantau Pencarian Pelajar Hilang
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, mendatangi langsung lokasi pencarian seorang pelajar yang dilaporkan hilang di Pan...
Video10 Januari 2026 23:34
VIDEO: Kejati Sulsel Tangkap Penipu Mengaku Jaksa Janjikan Kelulusan CPNS
SULSELSATU.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan berhasill menangkap terduga pelaku penipuan pada Jumat (9/1) kemarin. Pelaku berinis...
Video10 Januari 2026 20:28
VIDEO: Angin Kencang Robohkan Bangunan di Balai Benih Maros
  SULSELSATU.com – Angin kencang dan curah hujan tinggi terjadi di Kabupaten Maros dan sekitarnya, Sabtu (10/1/2026). Akibat cuaca buruk te...
Pendidikan10 Januari 2026 18:42
Nurdin Halid Resmikan Branding Baru Puruhita Islamic School
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Yayasan Pendidikan Pesantren Moderen Cendekia Puruhita resmi melaunching branding baru dengan nama Puruhita Islamic Schoo...