Logo Sulselsatu

Diduga Labrak Aturan, Polda Diminta Tidak Tutup Mata Soal Bantuan Dana Pugar di Takalar

Asrul
Asrul

Jumat, 27 Maret 2020 23:05

Diduga Labrak Aturan, Polda Diminta Tidak Tutup Mata Soal Bantuan Dana Pugar di Takalar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Lembaga Anti Korupsi (Laksus) Sulsel, meminta penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda agar tak menutup mata dalam mengusut kasus dugaan penyimpangan korupsi proyek Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) senilai Rp1,9 miliar di Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Takalar.

Diketahui anggaran Proyek Pugar Rp1,9 miliar bersumber dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, tahun 2018.

Direktur Laksus Sulsel, Muh Anshar, mengatakan, dalam penyelidikan kasus ini, penyidik seharusnya berani membongkar, dan mengusut tuntas soal proses penyaluran dan aliran anggaran proyek Pugar tersebut.

“Kami menduga dalam proses penyaluran dana proyek Pugar ini ada aturan yang dilabrak,” ujar Muh Anshar.

Sponsored by MGID

Pasalnya, kata Ansar, baik pemberi manfaat dalam hal ini DKP Kabupaten Takalar tidak melakukan verifikasi terhadap pihak penerima manfaat dalam hal ini Koperasi Anugrah Bahari Sejahtera (ABS) sebagai syarat wajib bagi Koperasi penerima manfaat bantuan, dana kegiatan proyek Pugar tersebut.

“Harusnya pihak DKP sebelum mengusulkan Koperasi ABS sebagai penerima anggaran bantuan Pugar ini di verifikasi terlebih dahulu,” beber Muh Anshar.

Misalnya lanjut Anshar, Koperasi ABS sebagai penerima manfaat bantuan dari pemerintah, harus berbadan hukum selama 2 tahun. Harus koperasi aktif, yang telah melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) tahun terakhir.

Serta belum pernah mendapatkan bantuan dana sejenis. Memiliki daftar anggota pengurus aktif, memiliki notulen rapat pengurus aktif tentang keikutsertaan program.

“Itu sebagian syarat yang harus dipenuhi koperasi penerima bantuan. Kalau tidak, itu berarti baik penerima maupun pemberi manfaat telah melabrak aturan pemerintah,” tandasnya.

Namun faktanya kata Muh Anshar, pada saat pengusulusan proposal permohonan dana bantuan proyek Pugar tersebut, Koperasi ABS ini belum memiliki tanda terdaftar dari Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Artinya koperasi ABS diduga tidak miliki syarat sebagai penerima bantuan. Kami menduga juga kalau pihak DKP Takalar dan Koperasi ABS, ada kongkalikong,” tandasnya.

Karena menurut Anshar, tidak mungkin koperasi yang baru berdiri, sudah mendapat dan mengelola proyek senilai Rp1,9 miliar. Apalagi ini anggaran proyeknya bersumber dari Kementerian.

“Penyidik Polda jangan menutup mata dalam kasus ini. Aktor dibalik kasus proyek Pugar ini harus dibongkar,” tegas Anshar. (*)

Editor: ANDI

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Video31 Juli 2021 00:46
VIDEO: Momen Kocak Ganjar Pranowo Dicuekin Mendagri Tito Saat Kuker di Jateng
SULSELSATU.com – Momen kocak saat kunjungan kerja (Kuker) Mendagri Tito Karnavian di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (29/7/2021). Dalam vid...
Video30 Juli 2021 23:10
VIDEO: Setelah Viral, Rafael Malalangi Akhirnya Dinyatakan Lulus Seleksi Calon Bintara Polri 2021
SULSELSATU.com – Kisah Rafael Malalangi viral di media sosial lantaran namanya menghilang dari pengumuman kedua Calon Bintara Polri 2021. Rafael...
Pendidikan30 Juli 2021 21:37
Temui Bupati Polman, Rektor UNM Pastikan Mahasiswa KKN UNM di Polman Tetap Lanjut
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Negeri Makassar di Polewali Mandar akhirnya tetap berlanjut. H...
Sponsored by MGID
Video30 Juli 2021 21:15
VIDEO: Jubir Satgas Covid-19 Jeneponto Nyaris Dikeroyok, Oknum Lurah Diduga Provokator
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Sebuah video menjadi viral Jubir Satgas Covid-19 Jeneponto, Suryaningrat, nyaris dikeroyok massa. Oknum lurah diduga...