Logo Sulselsatu

Wakil Ketua Banggar Soroti Pemprov Sulsel yang Tak Berdaya Hadapi Ciputra

Asrul
Asrul

Senin, 11 Mei 2020 18:20

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Sulsel Fahruddin Rangga kembali menyoroti sikap Pemprov Sulsel yang tak berdaya menghadapi Ciputra dalam proyek reklamasi Central Poin of Indonesia (CPI) di sepanjang pantai Losari di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Anggota panitia khusus laporan keuangan pertanggungjawaban (Pansus LKPJ) Gubernur Sulsel tahun anggaran 2019, mengungkapkan, sejauh ini Pemprov belum ada tindak lanjut soal temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang reklamasi CPI. Di mana Temuan BPK adanya pengurangan lahan Pemprov Sulsel di CPI sebanyak 12,11 hektare.

“Tidak ada kejelasanlah sampai saat ini, tanah 12,11 hektare itu sampai tiga tahun ini. Kalau tidak ada kejelasan, Pemprov harus tegas meminta lahan itu, tidak bisa dilakukan pembiaran, kan itu catatannya BPK sudah berulang-ulang mengingatkan menjadi sebuah temuan,” kata Rangga dalam rapat kerja pembahasan LKPJ Gubernur, di Gedung DPRD Sulsel, Senin (11/5/2020).

Baca Juga : Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun

Rangga juga turut mempertanyakan papan nama PT Ciputra Surya Tbk yang terpampang jelas di kawasan CPI. Sehingga menjadi rekomendasi DPRD Sulsel dalam LKPJ untuk ditukar.

“Kami juga tidak tahu apakah kawasan di sana, kawasan Ciputra atau kawasan CPI. Kalau ini kawasan CPI, kenapa tulisannya dipindahkan ke arah laut, kemudian tulisan Ciputra dipercantik. Dan itu juga menjadi rekomendasi kita untuk menukar tulisan CPI itu. Kok tulisan CPI dipindahkan kedekat laut, seolah-olah laut itu ( kawasan Pemprov),” beber politisi Golkar ini.

Ketua DPD II Golkar Takalar ini pun mendesak Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah untuk segera mengambil tindakan tegas menyoal polemik tersebut.

Baca Juga : Komisi D DPRD Sulsel Soroti Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lahan Terminal Pinrang

“Pemprov harus beri ultimatum ambil paksa, ini sudah tiga tahun. Sudah jelas ini barang. Seolah-olah kita tidak ada ketegasan, kenapa Pemerintah tidak berani cabut tulisan yang ada di situ? Sudah tiga tahun kita ingatkan itu. Sekali lagi seolah-olah CPI milik Ciputra,” tambahnya.

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar23 September 2026 20:43
Kalla 10K 2026 Gandeng PASI, 4.500 Pelari Siap Ramaikan Pantai Losari
SULSELSATU.com,cMAKASSAR – Kalla 10K 2026 siap digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 10–11 Oktober 2026 mendatang. Sebanyak 4.500 pese...
Politik23 September 2026 15:27
Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai membuka ruang bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di tengah m...
OPD23 September 2026 15:22
Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persoalan kecukupan anggaran untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Sela...
Makassar23 September 2026 15:04
Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar ...