Logo Sulselsatu

Demo Pembunuhan George Floyd di AS Masuki Hari ke-10

Asrul
Asrul

Jumat, 05 Juni 2020 23:22

ilustrasi. (int)
ilustrasi. (int)

JAKARTA – Unjuk rasa soal protes pembunuhan George Floyd di Amerika Serikat sudah memasuki hari ke-10. Demo terjadi di mana-mana.

Meski secara berangsur-angsur aksi tersebut mulai terkendali dan berjalan damai, tetapi di beberapa kota masih terjadi bentrokan antara massa demonstran dan aparat keamanan.

Dilansir CNN, demonstrasi terjadi di kota besar dan kecil.

Baca Juga : Penembakan Brutal di Turale AS, Ibu dan Bayi 6 Bulan Tewas

Sejumlah orang bahkan sempat membuat aksi unjuk rasa tersebut tercoreng akibat tindakan mereka yang melakukan kerusuhan, perusakan fasilitas umum dan pribadi, serta menjarah gerai swalayan.

Massa demonstran tetap turun ke jalan berhari-hari. Mereka bahkan terlibat bentrok dengan aparat keamanan.

Pemerintah di sejumlah negara bagian AS sempat memberlakukan jam malam, tetapi nampaknya kebijakan itu tidak mampu membendung demonstrasi. Meski begitu, pemerintah kota Los Angeles dan Washington D.C., memutuskan mencabut jam malam setelah situasi berangsur terkendali, meski demonstran masih turun ke jalan.

Baca Juga : Panel Surya Indonesia Siap Bersaing di Amerika Serikat, Pemerintah Harap Ekspor Meningkat

Dilaporkan sekitar 11 ribu orang yang terlibat aksi demonstrasi atau kriminal dalam kejadian itu ditangkap.

Demonstrasi juga terjadi di ibu kota Washington D.C. Presiden Donald Trump dilaporkan sempat dilarikan ke ruang perlindungan bawah tanah (bunker) saat demonstrasi di sekitar Gedung Putih mulai tidak terkendali.

Pemerintah di sejumlah negara bagian AS sempat memberlakukan jam malam, tetapi nampaknya kebijakan itu tidak mampu membendung demonstrasi. Meski begitu, pemerintah kota Los Angeles dan Washington D.C., memutuskan mencabut jam malam setelah situasi berangsur terkendali, meski demonstran masih turun ke jalan.

Baca Juga : Ada Warga Amerika Terpilih Jadi Bupati di NTT

Lampu Gedung Putih juga sempat dimatikan ketika demonstrasi terjadi. Trump lantas mengerahkan polisi dan aparat penegak hukum lain seperti Biro Penyelidik Federal (FBI) dan Badan Pemberantasan Narkoba (DEA), serta pasukan korps Garda Nasional untuk berjaga di sekitar Washington D.C.

Trump juga menyatakan tidak segan memerintahkan aparat keamanan untuk bersikap keras, atau melakukan tembak di tempat, dan mengerahkan pasukan reguler. Namun, ide itu justru ditentang oleh Menteri Pertahanan Mark Esper.

Kritik untuk Trump terkait penanganan unjuk rasa datang dari mantan Menhan James Mattis dan mantan panglima militer AS dalam operasi militer di Afghanistan, Jenderal John Allen.

Baca Juga : AS Ajak ASEAN Putuskan Hubungan dengan Perusahaan China

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...