Logo Sulselsatu

China-Turki Tawari RI Kerja Sama Pengembangan Vaksin Covid

Asrul
Asrul

Rabu, 29 Juli 2020 22:26

Ilustrasi (INT)
Ilustrasi (INT)

BANDUNG – Pemerintah Turki menawarkan kerja sama pengembangan vaksin Coronavirus Disease kepada Indonesia.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengungkap, saat ini Indonesia mendapatkan tawaran kerjasama dengan Turki terkait vaksin Corona COVID-19.

“Kemarin kami vicon (video conference) dengan Menteri Turki, Turki kebetulan luar biasa. Mereka mengembangkan vaksin Covid-19 dengan semua platform yang ada, adenovirus, inactivated virus, DNA, mRNA dan protein rekombinan. Saya ajak Dirut Biofarma, harapannya Biofarma juga menjajaki, karena Turki mengajak kerjasama untuk dua hal,” kata Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro, di Kampus LIPI Bandung, Rabu (29/7/2020).

Baca Juga : VIDEO: Pendistribusian Bantuan Indonesia untuk Korban Gempa di Turki dan Suriah

Bambang melanjutkan, Turki menawarkan kerjasama dalam uji klinis vaksin yang dibuat negara mereka atau ikut melakukan riset dan pengembangan (RnD) dengan Lembaga Eijkman.

“Jadi intinya tidak mungkin satu negara bergantung pada satu negara untuk upaya mendapatkan vaksin,” katanya.

Menurut Bambang, upaya pencarian vaksin tak dilakukan secara sekuensial. Saat ini pun Indonesia akan melakukan uji klinis vaksin Sinovac dari China, sekaligus mengembangkan vaksin buatan negeri, Vaksin Merah Putih.

Baca Juga : VIDEO: Pria Asal Turki Nikahi Gadis Asal Bone

“Vaksin itu bukan tidak berhasil lalu coba yang lain, dimana pun di dunia. Upaya mencari vaksin tidak hanya satu pengembang, karena tidak ada jaminan vaksin efektif untuk kelompok masyarakat atau wilayah tertentu, jadi seperti yang dilakukan di banyak negara, tidak hanya di Indonesia. Pencarian vaksin harus dilakukan secara paralel dan multitrek,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Kota Bandung, Bambang juga mengecek kesiapan Biofarma dalam memproduksi Vaksin Merah Putih. Seperti diketahui vaksin tersebut dibuat dengan platform protein rekombinan S dan N.

“Kita harapkan tahun depan bisa diproduksi dalam jumlah besar, karena pabrik vaksin di Indonesia yang paling utama adalah Biofarma. Kami ingin memastikan dua hal, komitmen Biofarma dalam memproduksi vaksin Covid-19 Merah Putih, kedua adalah kesiapan dari segi teknologi karena yang sekarang dari China menggunakan platform virus yang dilemahkan, sedangkan dari Eijkman protein rekombinan,” katanya.

Baca Juga : Diguncang Gempa, Jokowi Sampaikan Belasungkawa ke Turki

Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan04 Februari 2026 12:37
UNM Kukuhkan 1.000 Lulusan, IPK Rata-Rata Tembus 3,72
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) mewisuda 1.000 lulusan pada Periode Februari 2026 di Pelataran Phinisi UNM, Rabu (4...
Makassar04 Februari 2026 12:24
Inspektorat Makassar Dorong Penguatan Masukan BPKP dalam Perencanaan Program 2027
SULSELSATU.com MAKASSAR – Sekretaris Inspektorat Kota Makassar, Arfan Jusuf, menekankan pentingnya menindaklanjuti masukan Badan Pengawasan Keua...
Makassar04 Februari 2026 10:21
Perkuat Tata Kelola, PDAM Makassar Gelar Pelatihan Keuangan Berbasis SAK EP
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar Pelatihan Sistem Informasi PDAM Pintar Modul Keuangan dan Akuntansi berbasi...
News04 Februari 2026 08:36
Kampanye Narasi Keberlanjutan, PT Vale Tegaskan Komitmen Good Mining Practices Lewat UKW
Di tengah sorotan publik terhadap industri pertambangan nasional, terutama di kawasan industri nikel seperti Morowali, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale)...