Logo Sulselsatu

NA Tugaskan Pendamping Gizi Fokus Jaga 1000 Hari Pertama Kelahiran

Asrul
Asrul

Senin, 03 Agustus 2020 15:27

Pelepasan pendamping gizi dan konselor stunting oleh Gubernur Nurdin Abdullah. (ist)
Pelepasan pendamping gizi dan konselor stunting oleh Gubernur Nurdin Abdullah. (ist)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menugaskan seluruh tenaga pendamping gizi dan konselor stunting agar fokus menjaga 1.000 hari pertama kelahiran bayi.

Hal tersebut disampaikan Nurdin pada acara pelepasan pendamping gizi dan konselor stunting atau program Gammara’NA, di Hotel Best Western Makassar, Senin (3/8/2020).

“Masa (1.000) itu adalah periode emas kehidupan. 1.000 hari harus mendapatkan perhatian khusus. Stunting harus mendapatkan perhatian khusus untuk kecerdasan, produktivitas dan prestasi kelak nanti pada dewasa,” ujarnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

“Makanya penting 1.000 hari pertama itu, inilah yang coba kita dorong. Jadi jangan nanti lahir (baru ada perhatian), jadi sejak di dalam kandungan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, masalah gizi tidak bisa dijadikan sebagai alasan kuat sehingga angka stunting di Sulsel terus meningkat. Sebab, masalah yang paling penting adalah bagaimana pemahaman masyarakat harus betul-betul didampingi oleh para pendamping gizi dan konselor stunting ini.

“Pertama gizi nggak bisa menjadi alasan. Kedua memang kenapa penting pendampingan, karena pemahaman masyarakat yang anggap enteng ketika mereka hamil dan tidak betul-betul memberikan gizi yang baik kepada calon bayinya,” urainya.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

“Makanya saya bilang sebenarnya kalau kita memang kreatif, tidak ada istilah mereka ekonomi lemah dan sebagainya, apalagi di desa rata-rata halamannya luas (untuk menanam sayur-sayuran), dan pemberian sayur buah (kepada ibu hamil),” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai daerah agraris dan setiap tahunnya memberikan makan kepada 24 provinsi di Indonesia, namun masih bermasalah soal stunting, tentunya semua harus merasa malu dengan keadaan seperti ini. Olehnya itu, ia optimistis tiga tahun kedepan masalah stunting bisa ditekan.

“Provinsi ini memberikan makan untuk 24 provinsi, tapi kita masih bermasalah soal stunting. Kita malu sebagai daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah tapi masih bermasalah saol ekonomi dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo

“Kita masih di atas rata-rata nasional, nah mudah-mudahan dengan pendamping ini bisa menekan, dan harapan kita dua tiga tahun kedepan stunting di Sulsel ini harus menurun,” tutupnya.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Hendra Wijaya

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional02 Mei 2026 19:50
OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...
Video02 Mei 2026 19:49
VIDEO: Prabowo Tanyakan Manfaat MBG ke Buruh saat May Day di Monas
SULSELSATU.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung program MBG saat peringatan May Day. Pernyataan itu disampaikan di kawasan Monumen Nasiona...
Ekonomi02 Mei 2026 19:37
OJK Perkuat Ketahanan Industri Keuangan Digital Nasional Hadapi Ancaman Siber
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...
News02 Mei 2026 19:21
BRI Peduli Rayakan Hardiknas dengan Edukasi Literasi Keuangan untuk Siswa SD di Bandung
BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan kegiatan edukatif d...