Logo Sulselsatu

Terkendala Jaringan Internet, Siswa di Cenrana Maros Belajar di Rumah Kades

Asrul
Asrul

Senin, 10 Agustus 2020 19:30

Siswa belajar di rumah kades karena sulitnya jaringan internet. (Sulselsatu/Indra Sadli Pratama)
Siswa belajar di rumah kades karena sulitnya jaringan internet. (Sulselsatu/Indra Sadli Pratama)

SULSELSATU.com, MAROS Sejumlah murid dari Sekolah Dasar Desa Cenrana Baru, Kecamatan Cenrana, Maros, terpaksa belajar di rumah kepala desa setempat yang menyediakan internet gratis. Jaringan internet memang jadi salah satu kendala utama pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Di desa yang berjarak sekitar 40 kilometer dari kota Maros ini, memang sejak dulu tidak pernah terjangkau dengan fasilitas telekomunikasi. Jangankan untuk internet, jaringan untuk sekadar telepon atau sms saja, sangat sulit didapatkan.

Untuk mendapatkan internet, pihak desa pun harus mengeluarkan anggaran jutaan rupiah untuk membeli alat penguat sinyal yang disambungkan ke modem. Hanya saja, koneksi internet yang diterima sangat terbatas dan tidak stabil. Bahkan saat hujan ataupun ada angin kencang, koneksi internet juga hilang.

Baca Juga : VIDEO: Sopir Truk Cekcok dengan Polisi di Mandai, Klarifikasi Ungkap Kejadian Sebenarnya

“Anak-anak di sini memang tidak bisa belajar online di rumah mereka karena jaringan internet memang tidak ada. Jangankan internet, untuk menelpon atau sms saja itu sangat sulit. Harus ke atas gunung dulu untuk bisa menikmati jaringan,” ujar Kepala desa Cenrana Baru, Andi Zaenal, Senin (10/8/2020).

Puluhan siswa dari berbagai tingkatan kelas itu datang ke rumah kepala desa dengan membawa gawai mereka. Karena koneksi internet terbatas, merekapun harus antre menyambungkan ke internet. Bagi anak yang tidak memiliki gawai, kades pun terkadang meminjamkan gawai miliknya untuk dipakai belajar.

“Kendala lain itu lagi, ada beberapa saja yang punya HP, jadi kadang ada satu HP untuk lima orang anak. Kadang juga HP saya kasi pinjamkan. Mereka tidak bersamaan tersambung karena kan terbata, jadi harus antre juga,” bebernya.

Baca Juga : VIDEO: Mobil SIM Keliling di Maros Terbakar

Kondisi yang sudah berlangsung sejak lama inipun sudah berkali-kali disampaikan ke pihak terkait. Hingga kini belum ada penyedia jasa jaringan telekomunikasi yang membangun jaringan mereka ke wilayah yang berpenduduk sekitar dua ribu jiwa.

“Kami sudah sampaikan ke pihak terkait, tapi memang belum ada responsnya. Yah kita berharap adalah provider yang mau membangun jaringannya ke desa kami ini untuk bantu warga dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Tak hanya pihak desa, beberapa warga yang memiliki modem, juga harus mensiasati kondisi ini dengan membuat antena dari tiang bambu setinggi belasan meter yang kemudian digunakan untuk menggantungkan modem.

Baca Juga : VIDEO: Mobil Ambulans Alami Kecelakaan Tunggal di Maros

“Jadi banyak warga disini, ada yang pasang tiang panjang di depan rumah mereka untuk dibuatkan wadah modem. Yah kalau lagi bagus cuacanya, lumayanlah bisa untuk sebatas WhatsApp dan media sosial lainnya. Kalau untuk browsing itu sangat lambat sekali,” kata salah seorang warga, Ikbal.

Karena membutuhkan akses internet yang stabil, bagi warga yang berstatys pelajar SMP, SMA dan yang sudah duduk di bangku perkuliahan, harus ke desa tetangga yang jaraknya mencapai 4 kilometer untuk mendapatkan jaringan internet.

“Ada lokasi kebun di atas gunung yang sudah masuk desa sebelah itu bisa dapat 4G. Yang anak SMP, SMA dan yang kuliah itu juga tiap hari ke sana. Lumayan jauh dari sini, sekitar 4 kilometer,” pungkasnya.

Baca Juga : Bawaslu Maros Dalami Dugaan Pelanggaran Anggota DPRD Sulsel Kampanye Saat Reses

Penulis: Indra Sadli Pratama

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 September 2026 16:45
Pegadaian Kanwil Sulselbarra Maluku Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Barista di Makassar
PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Pemberdayaan ...
Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....