iklan Kareba Parlementa

Catat! Paslon Bisa Gagal Ikut Pilkada Karena Ini

Iklan Humas SulSel

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tahapan pendaftaran Bakal Pasangan Calon Pilkada di seluruh Indonesia berakhir pada Minggu, 6 September 2020, hari ini. Namun ternyata, hal itu tak membuat Paslon bisa melenggang bebas menuju penetapan calon.

Ternyata, masih ada faktor yang membuat mereka harus gigit jari dan didiskualifikasi oleh KPU sebelum penetapan calon pada tanggal 23 September 2020 mendatang.

Iklan Humas SulSel

Direktur Lembaga Konsultan Politik, Nurani Strategic, Nurmal Idrus mengurai faktor-faktor itu yang disebutnya bisa menggagalkan pencalonan yang telah dinyatakan lolos berkas oleh KPU. Mantan Ketua KPU Makassar ini menyebut ada tiga faktor hingga pencalonan tak bisa berlanjut.

“Pertama, dia berhalangan tetap. Dalam PKPU No. 1/2020 tentang perubahan PKPU No. 3/2017, berhalangan tetap itu berarti dia secara fisik tak bisa lagi mengikuti tahapan Pilkada, di dalammya termasuk jika salah satu paslon meninggal dunia,” ujarnya, Senin (7/9/2020).

Iklan Anir - Lutfi

Kedua kata akademisi berlatarbelakang manajemen ini, ketika seorang calon terkena pidana yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Jika dia dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum tetap dia langsung gugur,” ujarnya.

Faktor terakhir adalah jika sang calon tidak lolos kesehatan yang digelar oleh tim dokter yang ditunjuk KPU.

“Tahapan pemeriksaan kesehatan yang akan dimulai, Senin 6 September 2020, akan sangat krusial karena bisa menggagalkan kandidat. Jika tim dokter menyatakan seorang calon secara kesehatan tak bisa memimpin daerahnya, maka tim akan merekomendasikan seorang calon didiskualifikasi,” tambahnya.

Namun, meski seorang calon tak lolos dari tiga faktor itu, pencalonan tetap bisa dilanjutkan.

“KPU akan meminta kepada partai politik pengusung untuk mengganti salah satu atau seluruh Paslon yang diusungnya dalam masa perbaikan,” tutupnya.

Editor: Asrul

Iklan PDAM
...

Populer

Jelang Pencoblosan, Insert Institute Sebut Tomy-Makkasau dalam Posisi Terancam

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Lembaga Insert Institute merilis hasil survei Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Bulukumba dan Maros tahun 2020. Insert Institude mencatat pada pilkada Bulukumba memiliki selisih...

Artikel Lainnya

Sekda Ungkap Strategi Penanganan Covid-19 Parepare Dihadapan Wagub Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR -- Sekretaris Daerah Kota Parepare H Iwan Asaad di...

Plt Kadisdik Sulsel Sebut Tak Boleh Ada Proses Belajar di Sekolah

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Surat Edaran tentang Perpanjangan Masa Belajar di Rumah...

Pembangunan Jalan Tol Layang AP Pettarani Makassar Rampung 100 Persen

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Progres Pembangunan Jalan Tol Layang AP. Pettaran kota...

Penjelasan Komisi E Soal 34 Paket Non Tender di Disdik Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi...

Kejar Target WTP, Bupati Jeneponto Kumpulkan Ratusan Randis

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Pemerintah Kabupaten Jeneponto mengumpulkan Ratusan kendaraan dinas (Randis)...

Terkini

Gema Sadhana Doakan Danny Pomanto Memenangkan Pilwalkot Makassar

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gerakan Masyarakat Sanata Dharma Nusantara (Gema Sadhana) mendoakan...

75 Orang Personel Polres Jeneponto BKO Pengamanan Pilkada Gowa

SULSELSATU.com,  JENEPONTO - Sebanyak 75 orang personel Polres Jeneponto dikirim ke...

Buka Bimtek Pengelolaan Barang Milik Daerah, Ini Pesan Wali Kota Parepare

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Wali Kota Parepare, Taufan Pawe membuka Bimbingan Teknis...

Pemkab Jeneponto Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Pemerintah Kabupaten Jeneponto menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad...

Aska Mappe Sebut Suardi Saleh Guru Politiknya

SULSELSATU.com, BARRU - Alhamdulillah. Bupati Barru 2016-2020, Suardi Saleh genap berusia...