Logo Sulselsatu

Ada Upaya Gerus Elektoral Anir-Lutfi di Pilkada Pangkep

Asrul
Asrul

Kamis, 29 Oktober 2020 13:20

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PANGKEP – Direktur Profetik Institute, Asratillah menyebut maraknya kampanye hitam yang dialamatkan kepada pasangan calon Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi), sebagai bukti kepanikan pihak tertentu jelang pencoblosan Pilkada Kabupaten Pangkep.

“Dengan semakin mengalirnya dukungan ke pasangan Anir-Lutfi, maka terlihat di lapangan, ada upaya dari pihak tertentu yang merasa tergerus dukungan elektoralnya, kembali melakukan rekonsolidasi politik terutama di daerah-daerah di mana Anir-Lutfi mulai menampakkan penguatan elektoral,” kata Asratillah, Kamis (29/10/2020).

Dalam dua pekan terakhir ini, pasangan nomor urut 4 ini diterpa berbagai kampanye negatif dan hitam. Mulai dari postingan “Jangan Jadikan Perempuan Pemimpin” hingga fitnah politik uang. Anir merupakan cabup perempuan pertama di Pilkada Pangkep sejak era sistem pemilihan langsung.

Baca Juga : Di Hadapan Anir-Lutfi, Bupati Ajak Sandiaga Uno Berinvestasi di Pangkep

Menurut Asratillah, kampanye hitam dijadikan salah satu alat propaganda untuk merusak citra kandidat tertentu.

“Sudah ada upaya untuk men-downgrade pasangan Anir-Lutfi, terutama dengan menebar rumor-rumor yang tak jelas kepastiannya. Upaya downgrading ini adalah hal biasa dalam dunia marketing politik, apalagi jika ada pasangan kandidat yang dianggap sebagai ancaman atau kuda hitam,” tambahnya.

Namun, Asratillah menyebut, Anir-Lutfi dan para pendukungnya tidak perlu terprovokasi dengan serangan semacam ini. Sebisa mungkin kata dia, Anir-Lutfi menghindari politik adu domba dan pecah belah dalam kontestasi Pilkada. Karena seyogyanya Pilkada sebagai instrumen perbaikan situasi politik, ekonomi, sosial dan budaya sebuah daerah.

Baca Juga : Sandi Siap Investasi Air Bersih, Anir: Mari Raih Kemenangan

“Namun jika fitnah menjadi perilaku politik yang lumrah dalam pilkada, maka yang ada hanyalah konflik dan rasa curiga di antara warga dan Pilkada akan gagal menjadi sarana perbaikan daerah” pungkasnya.

Tim hukum Anir-Lutfi sendiri sudah berencana melaporkan kampanye hitam ini ke Mabes Polri.

“Tim Hukum Anir-Lutfi sedang mengkaji video palsu tersebut. Jika memenuhi unsur pidana pelanggaran UU ITE Pasal 28 ayat 2 dengan ancaman 6 tahun penjara, maka kami akan laporkan ke Mabes Polri,” tegas Juru Bicara Anir-Lutfi, Itha Maharani.

Baca Juga : Sandi dan Anir-Lutfi Bincang dengan Nurdin Abdullah Lebih Satu Jam

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan04 Agustus 2026 12:31
Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Makassar, Pakar: Bukan Lagi Imbauan, Melainkan Kewajiban Hukum
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi langkah paling mendasar untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman...
Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...
Makassar03 Agustus 2026 18:59
UNM Mulai Tahapan Pilrek, Panitia Dibentuk, Kandidat Mulai Mengemuka
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, memastikan proses Pemilihan ...