Logo Sulselsatu

Terarah dan Masuk Akal, Akademisi Sebut Danny-Fatma Unggul di Debat Perdana

Yulhaidir Ibrahim
Yulhaidir Ibrahim

Minggu, 08 November 2020 01:04

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tuntas sudah debat publik putaran pertama Pilkada Makassar 2020 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu malam (7/11/2020). Pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) dinilai unggul jauh dari tiga rivalnya.

Rektor Universitas Patria Artha Makassar, Bastian Lubis menilai, pasangan Danny-Fatma sukses memaparkan dan menjabarkan program dengan lugas yang mudah dicerna. Selain itu, sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat untuk membangun Kota Makassar lima tahun depan.

“Soal konsep visi dan misi, Danny-Fatma yang sangat terstruktur. Visi ada turunannya, misi ada turunannya. Yang lain itu tidak nyambung,” kata Bastian kepada awak media.

Debat perdana ini mengusung tema sosial, budaya, pendidikan, keamanan, lingkungan, transportasi, dan toleransi. Menurut Bastian, kunci dari debat adalah bagaimana mengawali dan mengakhiri. Hal ini, kata dia, dipahami betul oleh Danny maupun Fatma. Keduanya melakukan pembukaan debat dengan lugas, pun demikian saat penutupan.

“Di awal itu, seperti Pak Danny dan Bu Fatma itu bagus sekali. Sehingga pada waktu tahapan-tahapan berikut tinggal mengalir saja. Di sini memang terlihat kalau orang punya pengalaman, itu sangat berpengaruh dengan pemaparan dalam debat,” ucapnya.

Bastian lalu membandingkan dengan kandidat lain yang pemaparan visi dan misinya nampak tidak terarah.

“Apalagi yang nomor 2 (Munafri Arifuffin-Abdul Rahman Bando) itu, bukan visi yang disampaikan itu. Tidak jelas. Tidak punya arah apa yang mau dibicarakan ke depannya. Pak None itu, ya, masih agak jauh daripada realisasi untuk bisa terlaksana karena kelihatannya umum,” bebernya.

Bastian juga memberikan kredit khusus kepada Danny menegaskan soal pentingnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab, realisasi program prioritas sepenuhnya berbasis pada pendapatan daerah.

“Kuncinya memang, kan, APBD yang utama. Kalau bukan itu, jadinya seperti berkhayal saja. Jadi memang, secara logika dan tata kelola pemerintah, yang sangat masuk akal adalah Danny-Fatma, kedua Dilan (Syamsu Rizal-Fadli Ananda), ketiga None (Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid), dan keempat atau buncit itu nomor dua (Appi-Rahman),” katanya.

Di akhir debat, Danny memang memaparkan dua poin penting sebagai closing statement. Yakni tentang cara merealisasikan program dan seruan ke TPS untuk mencoblos ADAMA’ (akronim Danny-Fatma).

Bagi Danny, secara prinsip pemerintahan, bagaimana pendapatan bisa diperolah dan bagaimana belanja disalurkan. Belanja sangat ditentukan oleh pendapatan. Tidak ada belanja tanpa pendapatan. Pendapatan lebih penting dari belanja.

“Alhamdulillah, di antara semua pasangan calon, satuji visi misi yang membahas pendapatan. PAD Rp 2 triliun adalah bagian dari ‘bahan bakar’ dalam menjalankan seluruh program-program yang kami canangkan. Tidak ada pendapatan, tidak ada progam yang jalan. Tanpa membahas pendapatan, semua visi menjadi omong kosong,” papar Danny. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar19 September 2026 16:59
Haka Auto Ajak Komunitas Makassar Uji Efisiensi BYD M6 DM dan Teknologi V2L
PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto) mengajak komunitas otomotif di Makassar merasakan langsung teknologi kendaraan elektrifikasi BYD melalui rangkaian keg...
Olahraga19 September 2026 16:35
Honda DBL 2026 Resmi Bergulir, Asmo Sulsel Siapkan Games dan Promo
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi resmi bergulir setelah Opening Party digelar di GOR UMI Makassar, Jumat (18/9/2026)....
News19 September 2026 13:49
Pelindo Dorong Transformasi Green Port, Luncurkan OPS di Tanjung Priok
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004,...
Hukum19 September 2026 12:32
Truk Langgar Jam Operasional di Gowa, Pemotor Jadi Korban hingga Kaki Hancur
SULSELSATU.com, GOWA – Malang betul nasib Murniati. Perempuan berusia 45 tahun itu jadi korban kecelakaan dengan truk di Jalan HM Yasin Limpo, R...