Logo Sulselsatu

Amerika Serikat Akhirnya Jatuhkan Sanksi untuk Kudeta Myanmar

Asrul
Asrul

Kamis, 11 Februari 2021 19:26

Presiden Amerika Serikat mengumumkan resmi menjatuhkan sanksi atas kudeta Myanmar, Kamis (11/2/2021).
Presiden Amerika Serikat mengumumkan resmi menjatuhkan sanksi atas kudeta Myanmar, Kamis (11/2/2021).

SULSELSATU.com, Myanmar – Amerika Serikat akhirnya menjatuhkan sanksi atas kudeta Myanmar. Sebagai sanksi awal, Presiden Joe Biden memblokir para jenderal pengudeta untuk mengakses 1 miliar dollar uang Myanmar yang disimpan di AS.

Pemimpin kudeta dan keluarganya juga akan menjadi sasaran sanksi. Biden menambahkan bahwa aset bisnis para pemimpin kudeta dan keluarganya juga sedang diidentifikasi dan akan dikenakan sanksi tambahan dalam beberapa hari mendatang.

Sanksi juga diberikan setelah seorang anak berusia 19 tahun berada dalam kondisi kritis ketika polisi menembaki kerumunan di ibu kota Naypyidaw dengan peluru tajam.

Baca Juga : Krisis Myanmar Dibahas Hari Ini di Jakarta

Situasi terkini di Myanmar juga kian memanas. Dimana puluhan ribu orang turun ke jalan setiap hari di Myanmar untuk menuntut dikembalikannya demokrasi dan pembebasan para pemimpin politik.

“Saya menyerukan kepada militer Burma (Myanmar) untuk segera membebaskan para pemimpin politik dan aktivis yang sekarang mereka tangkap, termasuk Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint,” tegas Biden dalam keterangan resminya.

Baca Juga : Indonesia dan Malaysia Dorong Pertemuan ASEAN Bahas Krisis Myanmar

“Militer harus melepaskan kekuasaan yang direbutnya dan menunjukkan rasa hormat terhadap keinginan rakyat Burma. Kekerasan terhadap mereka yang menuntut hak demokratis mereka tidak dapat diterima dan kami akan terus menyerukannya. Orang-orang Burma membuat suara mereka didengar dan dunia menyaksikan,” lanjut Biden.

Para pengunjuk rasa berbaris setiap hari di Yangon dan Mandalay, kota terbesar di negara itu. Demonstrasi besar juga telah berlangsung di ibu kota Naypyitaw dan banyak kota besar dan kecil lainnya.

Baca Juga : Kudeta Myanmar, Amerika Ancam Jatuhkan Sanksi

Peserta termasuk pekerja pabrik, pegawai negeri, pelajar dan guru, tenaga medis dan orang lain dari semua lapisan masyarakat. Pengunjuk rasa membawa poster tudingan terhadap China sebagai dalang dari kudeta.

Editor: Midkhal

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar23 September 2026 20:43
Kalla 10K 2026 Gandeng PASI, 4.500 Pelari Siap Ramaikan Pantai Losari
SULSELSATU.com,cMAKASSAR – Kalla 10K 2026 siap digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 10–11 Oktober 2026 mendatang. Sebanyak 4.500 pese...
Politik23 September 2026 15:27
Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai membuka ruang bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di tengah m...
OPD23 September 2026 15:22
Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persoalan kecukupan anggaran untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Sela...
Makassar23 September 2026 15:04
Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar ...