Logo Sulselsatu

Pemprov Sulsel Ingin Kembalikan Kejayaan Sutera Wajo dan Soppeng

Asrul
Asrul

Kamis, 25 Februari 2021 08:01

Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil.
Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil.

SULSELSATU.com, Makassar – Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi Akil melaporkan ke Gubernur Sulsel terkait penyelesaian pembangunan dua rumah produksi pemintalan sutra di Soppeng dan Wajo. Serta rencana lelang mesin pemintal. Hal ini terkait misi mengembalikan kejayaan sutra.

Ahmadi menjelaskan penyelesaian pembangunan bukan pada pembangunan gedung baru, namun rehabilitasi berat. Adapun anggarannya, untuk Wajo Rp1,5 miliar dengan 2 unit gedung sedangkan Soppeng Rp700 juta.

“Ini upaya Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengembalikan kejayaan sutera untuk beberapa kabupaten. Khususnya Soppeng dan Wajo,” kata Ahmadi di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga : Produksi Kokon di Wajo 125 Kg Per 21 Hari dan Semakin Bertambah

Laporkan pertama bahwa untuk 2020 sudah selesai pembangunan fisik rumah produksi pemintalan di dua kabupaten. Anggaranya berasal dari APBD Provinsi Sulsel.

Dan tahun ini, yaitu Tahun Anggaran 2021 juga mendapatkan alokasi dana DAK untuk pembangunan rumah produksi tenun gedogan.

Adapun karena Covid-19 di 2020, pengadaan untuk mesin peralatan pemintal diadakan di Anggaran Tahun 2021.

Baca Juga : Pemprov Siapkan Rp18 Miliar untuk Kembalikan Kejayaan Sutera

“Dan insyaallah dalam dua minggu ini akan kami ajukan ke ULP (Unit Layanan Pengadaan LKPP) untuk dilakukan lelang terkait pengadaan mesin itu,” sebutnya.

Terdapat dua mesin yang akan beli untuk pemintalan. Masing-masing untuk Soppeng dan Wajo. Dengan kapasitas yang berbeda. Untuk Wajo full otomatis dan di Soppeng semi otomatis.

Kemudian pengadaan mesin celup. Hadirnya mesin ini akan meningkatkan nilai tambah kain sutra. Dengan tidak lagi hanya menjual kain putih tetapi dengan kain berwarna.

Baca Juga : Gubernur Ingin Kirim Milenial Sulsel Belajar Persuteraan ke India

“Selama ini menjual kain putih, harapan kita ke depan tidak lagi menjual kain putih. Tetapi kain yang sudah punya warna. Sehingga nilai tambahnya akan ada. Insyaallah tahun ini akan terealisasi,” harapnya.

“Pak Gubernur berharap ini segera dilaksanakan karena ini kepentingan masyarakat di Sulsel. Khususnya untuk sementara dua daerah ini, yakni Soppeng dan Wajo,” tambahnya.

Diketahui Pemprov menyiapkan anggaran Rp18 miliar untuk mengembangkan sentra sutra. Anggaran ini untuk proses pembuatan sutera. Mulai dari budi daya ulat sutra, pembuatan kokon, pemintalan, desain, quality kontrol, pengembangan tenaga ahli hingga proses pemasaran.

Baca Juga : Bertemu Konjen Jepang, Bupati Wajo Bertekad Kembalikan Kejayaan Sutera

Khusus produksi sutra anggaran dari Dinas Perindustrian dialokasikan Rp11,6 miliar. Sedangkan sisanya dialokasikan Dinas Kehutanan Sulsel. Anggaran dari Dinas Perindustrian ini digunakan membangun rumah produksi yang dilengkapi dengan mesin pemintal, pengembangan SDM, hingga pembangunan rumah kokon.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Midkhal

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...