SULSELSATU.com, MAKASSAR – Serum Institut menggelar diskusi bertajuk “Merawat Harmonisasi Bangsa dan Stabilitas Nasional di Tengah Pandemi Covid-19” di Warkop Sija Bontomene, Kamis (2/9/2021).
Beerbagai perwakilan organisasi pemuda dihadirkan sebagai pembicara dalam kegiatan yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.
Ketua PMKRI Theo Baldi mengatakan perlu ada terobosan kreatif dilakukan pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Baca Juga : VIDEO: Pikap Diduga Ngebut Tabrak Toyota Agya di Pettarani Makassar, Dua Kendaraan Ringsek
“Selain itu saya kira perlu ada konsistensi dari pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan, ini agar tidak menimbulkan disharmonisasi di masyarakat,” katanya.
Dia juga meminta keterlibatan aktif mahasiswa dan pemuda melakukan pengawasan dampak pandemi Covid-19.
Ketua IMM Sulsel Abd Gaffur mengatakan pandemi Covid-19 ini dijadikan pemerintah sebagai momentum menjalankan agenda-agenda tertentu, kita harus tetap kritis terhadap kebijakan yang kontra terhadap rakyat.
Baca Juga : AUHM Makassar Kembali Aktif, Tasbih Mursalin Diangkat Jadi Ketua Baru
Sementara itu, perwakilan GMKI meminta para pemuda berkontribusi aktif dalam menjaga harmonisasi dan stabilitas dimasa pandemi.
“Kalau anak-anak muda atau OKP bersatu, persoalan kecil ini Covid-19. Pemerintah perlu melibatkan secara langsung teman-teman saya kira,” tuturnya.
Ketua LMND Sulsel Muhammad Ikra menjelaskan ada dampak disharmonisasi bangsa di tengah pandemi.
Baca Juga : Makassar Siaga Cuaca Buruk
“Ini menjadi PR besar bagi pemuda. PPKM itu mengganggu harmonisasi bangsa dan juga stabilitas sosial, sampai-sampai ada mosi tidak percaya ke pemerintah,” tutur Ikra.
Terakhir Ketua HMI cabang Maktim Ardiansyah mengatakan disaat ini pemerintah kelabakan menangani pandemi Covid-19. Sehingga peran pemuda begitu penting dimasa sekarang.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar