Logo Sulselsatu

DPRD Lutim Kembali Hearing dengan Perumda Bahas Penyesuaian Tarif Air Minum

Andi
Andi

Kamis, 04 November 2021 20:44

Rapat dengar pendapat DPRD Kabupaten Luwu Timur. Ist
Rapat dengar pendapat DPRD Kabupaten Luwu Timur. Ist

SULSELSATU.com, Luwu Timur Rapat dengar pendapat DPRD Kabupaten Luwu Timur digelar dalam rangka mendengarkan pendapat para mitra komisi terkait dengan penyesuaian Tarif Air Minum Perusahaan Air Perumda Air Wae Mami Kabupaten Luwu Timur. Rapat digelar di ruang Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur, pada Rabu (03/11/2021).

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Luwu Timur, Badawi Alwi, SE dan dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur Efraem, ST, MM dan Heryanti Harun.

Dalam Rapat Ketua Komisi III mempertanyakan terkait dengan kondisi dilapangan untuk penyesuaian tarif air minum apakah sudah sesuai dan layak untuk dinaikan.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Hadiri Paripurna DPRD, Tiga Ranperda Strategis Disepakati

“Untuk Penyesuaian Tarif Air Minum Perumda, maka perlu dikaji lebih baik lagi sudah layak kah untuk dinaikan. Karena mengingat saat ini Pelayanan Kebutuhan Air Minum Perumda masih belum efektif ” jelas Badawi.

“Ketika kita tidak memenuhi syarat – syarat dalam aturan itu dapat dengan mudah kita naikan tarif, namun faktanya saat ini kondisi perusahaan air minum daerah masih belum memenuhi syarat salah satunya terkait dengan pemenuhan kebutuhan masih kurang terpenuhi” Ungkapnya.

Dalam hal ini pihak dari dinas PU yang diwakili oleh Kasi Pengembangan SPAM dan PLP, Indiyana Sertiana menjelaskan terkait dengan terkait kondisi pengolahan air bersih yang ada di Luwu Timur. Menurutnya perlu adanya investigasi lapangan untuk memantau kondisi Pengolahan Air bersih yang ada di Luwu Timur.

Baca Juga : Ribuan Peserta Meriahkan Fun Run Juara 2026, Ketua DPRD Luwu Timur Dorong Budaya Hidup Sehat

“Kami berharap adanya investigasi lapangan bersama terkait kondisi Pengolahan Air bersih, karena tidak dipungkiri Kondisi Instalasi pengolahan air bersih yang ada ini sudah banyak yang menagalami kerusakan” jelas Indiyana

“Kami juga pernah mengusulkan untuk dana DAK kementerian juga sangat terbatas anggarannya dalam melakukan pembenahan, sehingga kondisi ini masih hingga saat ini belum terbenahi” tambahnya.

“Kemudian kami juga sampaikan untuk infrastruktur instalasi pengolahan air yang menuju ke rumah-rumah warga ini sangat tidak memadahi sehingga hal ini perlu penanggulangan bersama ”

Baca Juga : PT Vale Kirim Bantuan Air Bersih untuk Warga Lioka dan Timampu

Menyikapi kondisi yang terjadi hal ini membuat DPRD Kabupaten Luwu Timur memberikan arahan kepada Pihak Perumda untuk tidak menaikkan tarif sebab kualitas air yang ada belum memiliki kualitas yang baik untuk dinaikan tarifnya.

“Kami Berharap kepada pihak Perumda untuk saat ini jangan dulu menaikkan tarif mengingat kualitas belum memadahi untuk dinaikan” Tutup Badawi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 September 2026 16:45
Pegadaian Kanwil Sulselbarra Maluku Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Barista di Makassar
PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Program Pemberdayaan ...
Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....