Logo Sulselsatu

Dua Tahun Terakhir Produksi Garam di Sulsel Anjlok

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Selasa, 14 Desember 2021 18:01

Salah satu kawasan tambak garam (Dok Sulselsatu)
Salah satu kawasan tambak garam (Dok Sulselsatu)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Produksi garam di Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.

Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latif, Senin (13/12/2021), kemarin.

“Penurunan poduksi terjadi karena memang lahan kita itu adalah untuk garam rakyat yang tergantung dengan matahari. Dan saat musim hujan, kadang dimanfaatkan untuk tambak ikan. Bahkan untuk tahun ini Kabupaten Maros itu tidak produksi,” ungkap

Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel mencatat, pada 2018 lalu produksi garam Sulsel mencoba merangkak menjadi 86.712,7 ton dari sebelumnya hanya 39.259,9 ton pada 2017. Kemudian pada 2018 naik lagi menjadi 140.388,87 ton.

Produksi yang mulai naik itu seketika anjlok pada 2020. Selama setahun produksinya hanya 45.310,5 ton. Lebih parah pada 2021 ini, yang hingga triwulan ketiga produksinya terjun bebas di 466,05 ton.

Produksi garam tersebut berasal dari lima kabupaten produsen garan di Sulsel yaitu Kepulauan Selayar, Jeneponto, Takalar, Pangkajene Kepulauan dan Maros, dengan luas lahan keseluruhan 1.496 hektare. Dan terluas itu di Jeneponto seluas 916 hektare.

Meski demikian, untuk mendukung produksi garam, Pemprov Sulsel melakukan intervensi dari APBD, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan membangun gudang garam atau revitalisasi gudang garam rakyat dengan kapasitas di bawah 100 ton.

“Itu berada di 8 titik pada empat kabupaten produsen garam, yaitu Pangkep Jeneponto, Takalar, dan Kepulauan Selayar. Dan khusus pangkep itu adalah gudang geotermal, yang keseluruhan anggrannya Rp940 juta,” sebut Sulkaf.

Lebih lanjut, Sulkaf mengatakan dengan pemanfaatan teknologi geomembran, untuk mengasilkan garam rakyat yang lebih halus dan putih, agar hasilnya bisa hampir sama dengan garam impor yang merupakan hasil tambang.

“Karena dalam akhir RPJMD (Rencana Pembanguanan Jangka Menengah Daerah) Sulsel itu, terget produksi garam setiap tahunnya naik 1.000 ton, yaitu pada 2022 jadi 47 ribu ton dan 2023 jadi 48.450 ton,” pungkas Sulkaf.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2015, mendudukkan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menduduki peringkat 14 sebagai daerah produsen garam terbesar di nusantara. Pengembangan industri garam di kawasan itu memanfaatkan lahan seluas 10.000 hektare.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video07 Agustus 2026 22:06
VIDEO: Dua Kelompok Bentrok di Kampus UNM Parang Tambung, Belasan Kaca FMIPA Pecah
SULSELSATU.com – Dua kelompok terlibat saling serang di Kampus Parang Tambung, Universitas Negeri Makassar, Jumat (07/8/2026). Aksi penyerangan ...
Makassar07 Agustus 2026 21:26
Di Balik Sukses Ekspor Udang Indonesia, Kepala Barantin Pastikan Layanan Karantina Berjalan Optimal
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Karantina Indonesia (Barantin) memastikan sistem layanan karantina terus berjalan optimal untuk mendukung daya ...
News07 Agustus 2026 20:39
Anggota DPR RI Meity Rahmatia Kecam Penganiayaan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia mengecam keras penganiayaan dan pemerkosaan seorang mahasiswa yang terjadi...
Ekonomi07 Agustus 2026 20:37
BPKH dan Bank Muamalat Perkuat Sinergi, Dorong Digitalisasi Layanan Haji dan Ekonomi Syariah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi strategis untuk mengemb...