SULSELSATU.com, BARRU – Mayoritas harga bahan pokok merangkak naik secara signifikan pada akhir tahun ini. Kenaikan signifikan di alami pada bahan pokok seperti Telur dan Liquified Petroleum Gas (LPG).
Dari pantauan Sulselsatu.com , telur di Pasar Mattirowalie terjual dari harga Rp 46.000- Rp 51.000 per rak. Sementara pada agen harga LPG 12 kg dijual Rp 190.000 padahal sebelumnya hanya berkisar Rp 150.000 saja.
Seorang Warga Lina (28) mengatakan sempat kaget sewaktu akan membeli gas LPG 12 kg bisa naik sampai 190an ribu. “Kaget iya karena kan sebelumnya hanya 140ribu saja. Pas mau beli bisa naik seharga 190ribu. Harus dibeli karena sudah jadi kebutuhan juga,” kata Lina, Selasa (4/1/2022).
Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Barru Andi Takdir saat dihubungi mengaku belum bisa memberikan komentar banyak terkait kenaikan harga tersebut.
Ia mengaku masih sementara melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
“Info, lg konsultasi pemprov terkait lpg dan bbm, terima kasih,” tulis Andi Takdir melalui via WhatsApp kepada sulselsatu.com
Dikutip dari Tempo.CO Pejabat sementara Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting sebelumnya menjelaskan, harga kontrak atau contract price Aramco (CPA) LPG terus meningkat sepanjang tahun 2021. Per November tahun lalu, harga kontrak elpiji telah mencapai mencapai US$ 847 per metrik ton, atau melonjak 57 persen sejak Januari 2021.
Irto menyebutkan kenaikan harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2014, sehingga membuat Pertamina mengambil keputusan untuk menaikkan harga jual LPG nonsubsidi.
Adapun besaran penyesuaian harga elpiji nonsubsidi yang porsi konsumsi nasionalnya sebesar 7,5 persen berkisar antara Rp 1.600 – 2.600 per kilogram. Perbedaan harga itu untuk mendukung penyeragaman harga elpiji di masa mendatang serta menciptakan fairness harga antardaerah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar