Logo Sulselsatu

IKN Nusantara Tambah Multiplier efect Sektor Ekonomi

Asrul
Asrul

Kamis, 17 Februari 2022 14:54

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menggantikan DKI Jakarta.

Pemindahan Ibu Kota Negara tersebut diharapkan menjadi peluang dan kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi terhadap Negara. Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemuda, khususnya di Sulsel untuk mengambil peran.

Hal itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Poros Pemuda Sulsel di Warkop Coffee Badjua Jl. Sultan Alauddin II, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (17/2/2022). FGD ini mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Pembangunan Ibu Kota Baru”.

Baca Juga : Kalla Beton Jadi Mitra Proyek IKN, Suplai U-Ditch dan Ready Mix untuk KIPP

Hadir sebagai narasumber; Dr Abdi dari kalangan Akademisi, Mustakim Zulkifli selaku Ketua OKK Karang Taruna Sulawesi Selatan, Takdir Khair Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia Sulawesi Selatan, Dr Bahtiar Maddatuang sebagai Pengamat Ekonomi, serta Pengurus Pusat MASIKA ICMI Erwin Saputra.

Dr Abdi dalam pemaparannya mengatakan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara tidak melanggar undang-undang. Apalagi, keputusan ini telah disepakati oleh Presiden dan DPR RI.

“Presiden memang tidak punya kewenangan sendiri untuk memindahkan ibu kota negara. Itu karena Presiden tidak ada dalam aturan perundang-undangan yang bisa memindahkan ibu kota negara. Tetapi harus ada persetujuan lain melalui DPR RI,” jelasnya.

Baca Juga : Kalla Beton Suplai Beton KIPP 1A dan 1B untuk Proyek IKN

Menurut Dr Abdi, meski sejauh ini isu pro dan kontra terkait pemindahan ibu kota negara masih terus bergulir, namun tidak akan mengubah kebijakan pemerintah. “Isu-isu itu boleh saja terus bergulir. Tetapi ketetapan negara sudah diamankan kedalam undang-undang dan sudah disahkan oleh yang punya kewenangan Presiden dan DPR,” tandasnya.

Lebih jauh Dr Abdi mengatakan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dalam UUD 1945 tidak terfokus menyebutkan di mana lokasi tepatnya. “Artinya sesuatu yang konsektual bukan menyebut ibu kota negara itu tempat materi semata,” ujarnya.

Ketua OKK Karang Taruna Sulawesi Selatan, Mustakim Zulkifli melihat ada peluang yang besar bagi pemuda Sulsel dalam proses pemindahan IKN. “Perpindahan IKN ini adalah ruang bagi pemuda untuk mengambil peran, bahwa IKN ini sangat dekat dengan wilayah Sulsel. Artinya, ada ruang baru yang bisa kita asuh untuk memberikan ide dan gagasan terkait bagaimana pengembangan wilayah IKN nantinya,” jelasnya.

Baca Juga : Kalla Beton Pasok Material Proyek Jalan Strategis di Kawasan Inti IKN Nusantara

“Banyak peluang bagi kita untuk mengembangkan usaha usaha-baru di wilayah Indonesia baru. Kita harus mempersiapkan diri dalam rangka untuk mempersiapkan SDM kita di Ibu Kota Negara,” terangnya.

Bahtiar Maddatuang selaku Pengamat Ekonomi mengatakan bahwa salah satu syarat pemindahan Ibu Kota Negara, yakni aman dari bencana secara geologis dan geografis, pertimbangan kepadatan penduduk rendah, dan ketersediaan kualitas sumber daya manusia (SDM) memadai.

Tiga syarat berikutnya, sambung Bahtiar adalah ketersediaan infrastruktur eksisting yang cukup dan analisis manfaat serta biaya ekonomi dan fiskal, inklusif, dan laya. Terakhir adalah masalah sosial-budaya, beragam, dan terbuka.

Baca Juga : PSK Menjamur di IKN

“Pemindahan IKN ini upaya untuk mengatasi pandemi. Di mana akan dilakukan transformasi ekonomi, enam klaster industri dan dua klaster pendukung. Kalau ini bergerak bisa menambah multiplier efek sektor ekonomi lainnya,” jelasnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia Sulawesi Selatan Takdir Khair, berharap seluruh elemen masyarakat, terkhusus pemuda di Sulsel agar terlibat membantu Pemerintah terkait pembangunan IKN. “Kita harus terlibat langsung dalam pembanguna Ibu kota baru ini. Khususnya dalam dimensi pendidikan,” katanya.

Adapun Erwin Saputra selaku Pengurus Pusat MASIKA ICMI menilai pemindaha Ibu Kota Negara juga akan mendorong investasi di provinsi ibu kota baru dan sekitarnya. Selain itu, pemindahan ibu kota akan menciptakan dorongan investasi yang lebih luas pada wilayah lain, serta meningkatkan output beberapa sektor non-tradisional terutama sektor jasa.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama01 Mei 2026 23:23
Tak Sengaja Bertemu di Warkop Jeneponto, Rudianto Lallo Beri Support ke Vonny Ameliani
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Ketua KNPI Sulawesi Selatan terpilih, Vonny Ameliani bertemu dengan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, , di K...
Metropolitan01 Mei 2026 20:53
Serikat Buruh Demo di Makassar, Desak Pemerintah Sahkan UU Ketenagakerjaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nusantara (KSN) menggelar aksi turun ke jalan dalam rangka mem...
Hukum01 Mei 2026 20:50
Geng Motor Diduga Bawa Airsoft Gun Serang Warung Warga di Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekelompok geng motor menyerang sebuah warung milik warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga menggun...
News01 Mei 2026 20:49
PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta
PT Vale Indonesia Tbk memperkuat implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi bisnis jan...