Logo Sulselsatu

Kembangkan Potensi dan Skill, PT Vale Latih Masyarakat Manfaatkan Tanaman Obat

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 19 Februari 2022 17:30

Pelatihan mengenal dan mengelola tanaman obat untuk kelompok tani wanita di desa Matano, Kecamatan Nuha, Luwu Timur (dok. PT Vale)
Pelatihan mengenal dan mengelola tanaman obat untuk kelompok tani wanita di desa Matano, Kecamatan Nuha, Luwu Timur (dok. PT Vale)

SULSELSATU.com, LUWU TIMURPT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kembali ambil andil dalam pengembangan dan peningkatan tarif hidup masyarakat.

Melalui Program Pengembangan & Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) , PT Vale menggelar pelatihan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB), di Aula Kantor Desa Matano, Kecamatan Nuha, kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan berlangsung selama empat hari sejak 14-17 Februari 2022. Pelatihan diikuti kelompok wanita tani, Kelompok Asuhan Mandiri (ASMAN), Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan PKK Desa Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.

Baca Juga : Dari Air Limpasan Tambang ke Air Terolah, Menelusuri Peran LGS PT Vale

Senior Manager Social Development Program (SDP) PT Vale Indonesia Tbk, Ardian Indra Putra mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para petani wanita dan masyarakat dalam mengoptimalkan segala potensi mengelola sumber daya.

“Ada sejumlah materi menarik diberikan ke peserta pelatihan, seperti bagaimana menganalisa kondisi terkait kebutuhan harian pertanian, perilaku dalam menangani keluhan kesehatan, cara pandang konvensional dan organik, pengenalan ekologi tanah membedah sifat fisik, biologi dan kimia tanah dan teknik budidaya tanaman secara organik, baik untuk komoditas sayuran organik (Sorga), tanaman berkhasiat obat (Tobat), merica, dan pertanian umum,” katanya, dalam keterangan resmi, Sabtu, (19/2/2022).

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan beragam jenis tanaman obat, khasiatnya hingga cara pengolahannya. Setelah memahami materi dan mengenal jenis tanaman, peserta akan melakukan aksi dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran dan obat.

Baca Juga : PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi

Lanjut Ardian, peserta juga didampingi oleh tenaga ahli dan pendampingan teknis untuk pemanfaatan tanaman obat secara berkelanjutan.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan hidup sehat dengan memperbaiki kualitas pangan. Salah satunya adalah dengan mendukung PSRLB. Dari pelatihan ini, kami berharap Kelompok Wanita Tani (KWT) bisa menjadi motor penggerak perubahan dan kemandirian masyarakat, setidaknya dimulai dari satuan terkecil yakni keluargnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Matano, Hasmiati menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya ke PT Vale Indonesia Tbk dengan diselenggarakannya pelatihan tersebut.

Baca Juga : Program Pangan dan Kemaritiman PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026

Pihaknya berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai disini saja, tapi dilakukan pendampingan berkelanjutan.

“Alhamdulillah kegiatan ini sangat bermanfaat untuk KWT dan kami harap tetap ada pendampingan berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...