SULSELSATU.com, MAKASSAR – Harga telur di Sulsel sempat melonjak tajam. Hal itu dipengaruhi permintaan pasar yang besar.
Kepala Dinas Peternakan Sulsel, Nurlina Saking mengatakan, permintaan paling banyak berasal dari program bantuan sosial (Bansos) pemerintah.
Bansos yang seharusnya dibagikan tiap bulan, kini dirapel tiga bulan sekaligus. Hal itu membuat ketersediaan stok berkurang dan tidak bisa memenuhi permintaan pasar.
Baca Juga : Program Mudik Gratis Sulsel 2026 Pelindo Dapat Apresiasi Pemprov Sulsel
Awalnya Bansos yang dibagikan hanya 1 rak per rumah dalam sebulan, kini meningkat tiga rak satu rumah hanya dalam sebulan. Meningkat tiga kali lipat.
“Gara-gara Bansos, 3 bulan dijadikan 1, jadi banyak. Itulah yang menyebabkan peningkatan,” katanya di kantor Gubernur, Jumat (2/9/2022).
Diketahui harga telur di Kota Makassar sempat menembus Rp70 ribu satu rak. Padahal sebelumnya harga telur dipatok sekitar Rp48 ribu per rak hingga Rp65 ribu per rak.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK
Menurut Nurlina, kini harga telur berangsur turun. Kenaikan ini sifatnya insidentil saja, tidak terjadi setiap bulannya.
“Insidentil, permintaan bukan rutin setiap bulan, permintaan ditata supaya tidak berkumpul satu masa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar Indonesia) Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Yusuf Madamin mengungkapkan, sebenarnya harga telur saat ini tidak mahal.
Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo
“Sebetulnya harga telur sekarang ini bukan mahal, inilah harga yang sebenarnya. Karena peternak baru untung, makanya saya bilang peternak itu belum untung sampai sekarang, baru mengembalikan utang,” ujar Yusuf.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar