Logo Sulselsatu

Hadapi Risiko Resesi 2023, BI Sulsel Optimis Ekonomi Sulsel Tetap Tumbuh Ditopang Potensi Sumber Daya Alam

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 30 November 2022 16:58

Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia Fadjar Majardi (dokumen: istimewa).
Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia Fadjar Majardi (dokumen: istimewa).

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Isu resesi global yang akan terjadi pada 2023 mendatang memberikan dampak bagi perekonomian Sulsel. Namun, Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel) optimis ekonomi Sulsel tidak akan terpuruk jauh ke bawah.

Sulsel memiliki potensi dan modal yang besar untuk dapat tumbuh kuat baik dari potensi sumber daya alam, tenaga kerja, dan posisinya sebagai hub kawasan timur Indonesia.

Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia Fadjar Majardi mengatakan sebagai salah satu lumbung pangan nasional, peningkatan produksi bahan pangan Sulsel berpeluang terus didorong untuk memenuhi kebutuhan nasional yang terus meningkat.

Baca Juga : Tallukarsa Pangan Jadi Strategi BI Kendalikan Inflasi

“Produksi dan hilirisasi nikel akan tetap tumbuh seiring dengan meningkatnya potensi pasar terkait tren kendaraan listrik dengan baterai berbahan baku nikel. Hadirnya beberapa kawasan industri di Sulsel yang didukung oleh iklim investasi yang kondusif dan komitmen pemerintah daerah juga menjadi keunggulan Sulsel dibandingkan daerah lain,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, (30/11/2022).

Kata Fadjar, meredanya pandemi yang terus diiringi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi peluang yang besar untuk peningkatan penyediaan barang dan jasa dari dunia usaha pada berbagai sektor. Potensi Sulsel yang besar tersebut diharapkan membawa optimisme pada pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat pada 2023.

Dengan potensi dan risiko yang dihadapi, serta berbagai kebijakan dan program di daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi, Bank Indonesia memprakirakan bahwa perekonomian Sulsel dapat tetap tumbuh kuat di 2023 pada rentang 4,6 persen -5,4 persen dengan inflasi yang tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi Nasional 3,0±1 persen.

Baca Juga : 22 UMKM REWAKO Binaan BI Sulsel Jajaki Peluang Ekspor di Trade Expo Indonesia 2026

Selanjutnya dengan mengedepankan sinergi dan inovasi dalam mendorong investasi, pengembangan sektor pendukung ekspor dan substitusi impor, pariwisata, serta pengembangan infrastruktur, Sulsel akan mengalami pertumbuhan yang akan semakin meningkat ke depannya.

“Optimisme perekonomian Sulsel 2023 juga didukung oleh berbagai kebijakan pemerintah daerah. Dalam arahan strategis Gubernur Sulsel, pemerintah daerah akan berfokus pada upaya-upaya meningkatkan infrastruktur, mengatasi kesenjangan pendapatan, mengatasi penurunan produktivitas komoditas unggulan Sulsel, dan mendorong potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru, baik melalui hilirisasi industri pengolahan maupun dengan mengembangkan komoditas lain yang memiliki struktur hulu yang kuat,” jelasnya.

Beberapa proyek infrastruktur prioritas yang akan dilaksanakan di Sulsel dalam tiga tahun ke depan diantaranya penyelesaian proyek jalur kereta api Makassar-Parepare, pembukaan dan penguatan kawasan industri (KIMA, KI Bantaeng, KIPAS Parepare, dll), pembangunan jalur irigasi yang terkoneksi dengan bendungan yang telah terbangun, serta peningkatan kualitas jalan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 Oktober 2026 23:55
Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat m...
Pendidikan30 Oktober 2026 22:12
Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia
Mahasiswa Kalla Institute Uwais Abdullah meraih juara pertama kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK (Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knig...
Bisnis30 Oktober 2026 21:59
Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026....
Pendidikan30 Oktober 2026 21:58
Prodi Hukum Bisnis UNM dan Indolaw Bedah Peluang dan Tantangan Carbon Trading
SULSELSATU, MAKASSAR – Program Studi Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Indolaw Office menggelar seminar nasional yang memba...