Logo Sulselsatu

Walau Diduga Bermasalah, KPU Sulsel Kukuh Kirim Hasil Verfak Parpol

Asrul
Asrul

Rabu, 14 Desember 2022 13:22

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSARKPU Sulsel tetap mengirim hasil verifikasi faktual (verfak) parpol non parlemen yang diduga bermasalah ke pusat. Meski rapat pleno saat penetapannya tidak sah.

Anggota KPU Sulsel, Misna M Attas telah meminta dilakukan pleno ulang. Namun opsi tersebut nampaknya tak diindahkan oleh KPU Sulsel.

Pasalnya saat rapat pleno penetapan hasil verfak non parlemen pada (10/12), tidak kuorum. Hanya tiga dari tujuh komisioner KPU Sulsel yang hadir. Itupun dilaksanakan secara kilat.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel Dorong Sinergi Penyelenggara untuk Perkuat Akurasi Data Pemilih

Ketiga komisioner yang hadir ialah Ketua Faisal Amir, Upi Hastuti dan Asram Jaya. Misna dan Syarifuddin Jurdi sedang izin salat. Sementara Uslimin dan Fatmawati sedang di luar daerah.

Ketua KPU Sulsel, Faisal Amir membantah bila hasil verfak yang ditetapkan diubah. Dia menyebut hasil yang ditetapkan dalam pleno adalah yang dicetak dari Sipol. “Iya (tidak benar ada manipulasi). Tidak pleno ulang, hasil sudah di Jakarta,” katanya.

Faisal bilang, verifikasi ini telah berproses dari bawah KPU kabupaten/kota. “Kalau kami sudah melaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan,” sebutnya.

Baca Juga : Ramadan Produktif, Bawaslu Parepare Teken MoU Pendidikan Demokrasi

Anggota KPU Sulsel lainnya, Asram Jaya yang dikonfirmasi enggan berkomentar soal alasan tak dilakukan pleno ulang. “Saya membisu dulu kalau soal ini, masalahnya internal,” singkatnya.

Asram juga enggan membeberkan data hasil pleno yang ditetapkan. Pasalnya, pengumuman akan dilakukan oleh KPU RI. Pihaknya tidak berhak menentukan mana parpol lolos dan tidak sebagai peserta pemilu.

Dugaan manipulasi data verfak non parpol, terendus oleh sejumlah lembaga pemerhati Pemilu setelah pleno terbuka yang dilakukan tertutup. Jaringan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) bahkan menduga.

Baca Juga : Regulasi Terbaru PAW Berlaku, KPU Sulsel Perketat Proses Pergantian Anggota DPRD

“Kami mempertanyakan pengesahan dan penetapan sembilan Partai Politik (non Parlemen) apakah sudah benar karena ini menimbulkan kecurigaan. Data yang kami himpun diduga berbeda data hasil verifikasi faktual oleh KPU Sulsel yang sudah di pleno kan,” ucap Perwakilan Jaringan OMS Sulsel, Samsang Syamsir.

Anggota Bawaslu Sulsel, Asradi berharap KPU provinsi dan daerah proaktif melaporkan jika ada kejanggalan. Apalagi mencuat adanya perbedaan data antara KPU kabupaten/kota dengan yang diplenokan di provinsi.

“Kemarin ada dualisme saya lihat dan disanggah sendiri oleh komisioner KPU, makanya saya minta mereka untuk melaporkan, kalau ada memang perbedaan data,” imbuhnya.

Baca Juga : Pendidikan Pengawasan Partisipatif Kembali Digelar, Bawaslu Sulsel Ajak Publik Bergerak

Terkait dugaan adanya parpol TMS sengaja diloloskan, Asradi belum berani angkat suara sebelum menerima hasil rekapitulasi KPU. Nanti setelah ada hasil rekapitulasi dari KPU yang ditandatangani, baru pihaknya bisa menilai berdasarkan berita acara tersebut.

“Kami sementara melakukan penelusuran, mencocokkan data KPU dan data kami. Kami sudah mengkutu-kutui (data kami) dan mencocokkan dari KPU. Dan tentunya kami menunggu berita acara KPU. Karena itu yang resmi,” jelasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional02 Mei 2026 19:50
OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...
Video02 Mei 2026 19:49
VIDEO: Prabowo Tanyakan Manfaat MBG ke Buruh saat May Day di Monas
SULSELSATU.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung program MBG saat peringatan May Day. Pernyataan itu disampaikan di kawasan Monumen Nasiona...
Ekonomi02 Mei 2026 19:37
OJK Perkuat Ketahanan Industri Keuangan Digital Nasional Hadapi Ancaman Siber
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...
News02 Mei 2026 19:21
BRI Peduli Rayakan Hardiknas dengan Edukasi Literasi Keuangan untuk Siswa SD di Bandung
BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan kegiatan edukatif d...