Logo Sulselsatu

Hati-hati! Dengar Musik Terlalu Keras dan Lama Dapat Menyebabkan Kehilangan Pendengaran Permanen

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Sabtu, 04 Februari 2023 18:06

Risiko dengan musik terlalu keras dan lama akan mengakibatkan kehilangan pendengaran permanen (dokumen: istimewa).
Risiko dengan musik terlalu keras dan lama akan mengakibatkan kehilangan pendengaran permanen (dokumen: istimewa).

SULSELSATU.comMusik adalah bagian penting dari kehidupan manusia. Musik ada di sekeliling. Layaknya hangat sinar matahari, musik bisa membuat mood seseorang menjadi baik. Tidak jarang, banyak orang sampai membawa musik kemana pun berada melalui smartphone, atau saat akhir pekan ketika menghadiri klub malam, acara live music, hingga konser.

Tapi, apa jadinya kalau manusia mendengar musik secara berlebihan dengan suara keras terlalu lama. Lagi-lagi, seperti sinar matahari, paparan berlebihan bisa berakibat buruk pada kita.

Penelitian menunjukkan bahwa kehilangan pendengaran terjadi akibat kombinasi suara yang terlalu keras (tidak harus sampai terasa sakit untuk bisa merusak), mendengarkan suara keras terlalu lama, serta seberapa sering manusia terekspos (kerusakan pendengaran pun bersifat akumulatif seiring waktu).

Baca Juga : Sangat Viral, Ini Sejarah Permainan Latto-Latto dan Risikonya, Sudah Ada Sejak 1960

Aturan praktisnya, jika mendengar adanya dengungan di telinga ketika atau setelah mendengarkan suara atau musik, sumber tersebut berisiko merusak pendengaran.

Jenis kehilangan pendengaran semacam ini bersifat permanen dan bisa membuat seseorang membutuhkan alat bantu pendengaran atau implan koklea.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk hindari risiko tersebut, apakah dengan tidak mendengarkan musik keras sama sekali? Atau harus membuang headphone, dan sepenuhnya menghindari klub malam atau konser?

Baca Juga : Dengar Musik Ternyata Mampu Turunkan Berat Badan Loh

Nah, yang pertama harus diketahui adalah mendengarkan musik sama seperti kasus matahari dan kulit. Perlu menyadari risiko yang bisa menimpa pendengaran lalu mengambil langkah untuk menjaga diri.

Seseorang perlu menyadari suara keras di sekitar dan bagaimana caranya memastikan paparan terhadap suara-suara tersebut tidak melebihi batas.

Misalnya, saat menggunakan pelindung pendengaran personal seperti penutup telinga (ear muffs) atau sumbat kuping (ear plugs) saat di klub, membatasi kunjungan ke lokasi atau acara musik, atau membatasi waktu di acara yang memutar musik dengan keras.

Baca Juga : Kedai Buku Jenny Ulas Minimnya Pencatatan Peristiwa Musik di Makassar

Di Australia, orang bisa mengakses kalkulator risiko suara secara gratis untuk menghitung risiko personal mereka melalui pengukur level suara daring. Ini juga bisa membantu mereka menerapkan perubahan gaya hidup yang bisa melindungi pendengaran mereka tanpa harus berhenti menikmati musik.

Sebagian besar smartphone kini juga disertai atau bisa mengakses perangkat lunak untuk memonitor level pendengaran yang aman, kemudian membatasi paparan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Muhammad Junaedi
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional02 Mei 2026 19:50
OJK Tekankan Peran Human Firewall Hadapi Ancaman Siber di Sektor Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...
Video02 Mei 2026 19:49
VIDEO: Prabowo Tanyakan Manfaat MBG ke Buruh saat May Day di Monas
SULSELSATU.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung program MBG saat peringatan May Day. Pernyataan itu disampaikan di kawasan Monumen Nasiona...
Ekonomi02 Mei 2026 19:37
OJK Perkuat Ketahanan Industri Keuangan Digital Nasional Hadapi Ancaman Siber
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional guna menjaga keberlangsungan sektor tersebu...
News02 Mei 2026 19:21
BRI Peduli Rayakan Hardiknas dengan Edukasi Literasi Keuangan untuk Siswa SD di Bandung
BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan kegiatan edukatif d...