Logo Sulselsatu

Setelah Laode, Hasto Juga Sindir-sindir Penyebab Banjir Makassar

Hendra
Hendra

Selasa, 07 Maret 2023 10:02

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kunjungan ke Kota Makassar. (Foto: Ist)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kunjungan ke Kota Makassar. (Foto: Ist)

SULSELSATU.com, MAKASSARSekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung penyebab banjir Kota Makassar. Reklamasi menrut dia adalah biang kerok masalah ini.

Hasto mengatakan, pembangunan Kota Makassar tidak memperhatikan letak geografis daerah ini.

Pembangunan tersebut adalah dua proyek reklamasi yang mulai dilakukan sejak 2016-2023, yakni reklamasi Center Point of Indonesia (CPI) oleh PT Ciputra dan Makassar New Port (MPN) oleh PT Pelindo.

Baca Juga : Kompaknya Appi-Aliyah Antar Langsung Bantuan dan Temui Korban Banjir di Manggala

Sejak penimbunan laut itu terjadi, banjir di Kota Makassar semakin luas dan kenaikan airnya juga semakin meningkat.

“Kita lihat peta Makassar, mana yang salah dari pembangunan kita. Jadi kalau di sini sering kebanjiran itu peringatan dari Tuhan kita tidak pernah menatap laut juga,” kata Hasto saat membawakan kuliah umum kebangsaan di Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (6/3/2023).

Sebagai negara maritim, Hasto mengatakan, masyarakat Sulsel tak menempatkan dirinya sebagai negara kontinental.

Baca Juga : Bosowa Peduli Salurkan 520 Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Makassar

“Kita negara maritim tetapi kita memperlakukan diri kita sebagai negara kontinental. Itu kesalahan yang paling besar. Karena kita tidak memahami pemahaman geopolitik Soekarno,” ujarnya.

Menurutnya, dengan tema ‘Reaktualisasi Pemikiran Bung Karno Saat Ini Menyongsong Indonesia Emas 2045’, publik harus menggunakan pemikiran dan pemahaman dari sang legenda itu.

Hasto mengatakan, sebagai negara kelautan terbesar, harusnya orang Indonesia menguasai samudera rakyat dengan mengembangkan Phinisi menjadi kapal modern

Baca Juga : Banjir Makassar Makin Parah, Gubernur Sulsel Tinjau Lokasi dan Cari Solusi Permanen

“Kita lupa bahwa kita adalah negara kelautan terbesar. Kita punya Phinisi itu hebat sekali dalam sejarah menguasai samudra rakyat. Tapi bagaimana Phinisi kita kembangkan dalam kapal yang modern,” ucapnya.

Sebelumnya, eks Komisioner KPK Laode M Syarif juga mengomentari banjir hebat yang melanda Kota Makassar pada Senin (13/2/2023) lalu.

Hari itu, hampir seluruh wilayah Kota Makassar tenggelam akibat hujan yang disertai angin kencang yang terjadi selama beberapa jam.

Baca Juga : Banjir Landa Makassar, Appi Fokus pada Kebutuhan Pengungsi dan Bantuan Darurat

Laode menilai, penyebab banjir Makassar baru-baru ini bukan hanya soal tingginya curah hujan dan air laut pasang, tetapi sejumlah masalah kompleks yang menyebabkan banjir.

“Jangan salahkan curah hujan dan air pasang karena dari dulu sudah seperti itu,” kata Laode di Twitternya.

Salah satu masalah yang lebih kompleks sebagai penyebab banjir di Kota Makassar ialah adalah reklamasi.

Baca Juga : Banjir Meluas di Makassar, 2.164 Jiwa Mengungsi di 24 Titik

Berdasarkan hasil kajian, Sungai Jeneberang berhilir di pantai Makassar. Sayangnya, kata alumni Universitas Hasanuddin ini, pantai tersebut ditimbun dan dijadikan proyek reklamasi.

“Saya kebetulan dulu ikut kajian waktu saya di Pusat Studi Lingkungannya Unhas ya, saya ikut salah satu tim kajian tentang Sungai Jeneberang yang mengalir ke Pantai Losari. Terus waktu itu, awal proyek reklamasi ke arah sana itu kan yang sekarang jadi perumahan, itu kajiannya tidak merekomendasikan itu karena berbahaya.”

“Itu sudah disampaikan jauh sebelum saya di KPK. Jadi pasti jangka panjang akan menyebabkan salah satunya banjir di Kota Makassar dan itu sudah terjadi. Itu banjirnya sebelum ada reklamasi tidak pernah separah ini sekarang,” imbuh Laode.

(*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Muhammad Junaedi
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video06 Mei 2026 22:59
VIDEO: Istana Dibuka untuk Pelajar, 185 Siswa Jabar Dapat Momen Langka Bertemu Prabowo
SULSELSATU.com – Kementerian Sekretariat Negara menerima 185 pelajar dari Jawa Barat. Para siswa tergabung dalam Forum OSIS dan mengikuti program ...
Hukum06 Mei 2026 20:41
Sidang Dugaan Korupsi Baznas Enrekang, Ahli Hukum Administrasi Negara Dr Herman Tegaskan Dana ZIS Bukan Keuangan Negara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pengadilan Negeri Makassar kembali menggelar sidang dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana Zakat, Infaq, dan S...
Hukum06 Mei 2026 20:29
Ahli Keuangan Tegaskan di Persidangan: Dana Zakat Bukan Keuangan Negara, Baznas Enrekang Bukan Lembaga Pemerintah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada Badan Amil Zak...
Berita Utama06 Mei 2026 20:12
Rudianto Lallo Dorong Penanganan Profesional Dugaan Penyimpangan Proyek P3A di Takalar
SULSELSATU.com– Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mendorong Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk menangani secara profesional dan tr...