Logo Sulselsatu

PT Vale Paparkan Potensi Investasi Pertambangan pada Temu Saudagar Tana Luwu

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 25 Januari 2024 12:38

Vice President Director Adriansyah Chaniago dalam Temu Saudagar Tana Luwu. Foto: Istimewa
Vice President Director Adriansyah Chaniago dalam Temu Saudagar Tana Luwu. Foto: Istimewa

SULSELSATU.com, LUWU TIMURPT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) diwakili Vice President Director Adriansyah Chaniago memaparkan rekam jejak perusahaan selama 55 tahun beroperasi di Tana Luwu.

Rekam jejak itu disampaikan Adriansyah dalam acara Temu Saudagar Tana Luwu di Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur Jalan KI Hajar Dewantara, Puncak Indah, Malili, Senin (22/1/2024) malam.

Acara ini turut dihadiri beberapa kepala daerah yakni Bupati Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Kolaka, Kolaka Utara, Kota Palopo dan Pj Gubernur Sulsel.

Baca Juga : MIND ID Kawal Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa, Fokus pada Hilirisasi Berkelanjutan

Adriansyah mengatakan, selama setengah abad lebih beroperasi, PT Vale memanfaatkan sumber daya alam Bumi Batara Guru dengan tiga prinsip yakni, people, planet, dan profit.

“Dan prinsip ini akan kami bawa juga di dua wilayah operasional kami, yaitu Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan Morowali, Sulawesi Tengah, yang saat ini sedang dalam tahap persiapan atau early work. Insha Allah akan ada perluasan pabrik di Sulsel juga, tepatnya di wilayah Malili. Total investasi kami hampir mencapai US$ 9 juta,” katanya.

Dia menyampaikan, rekanan investor PT Vale adalah pelaku industri manufaktur ternama di dunia. PT Vale bekerjasama dengan investor luar negeri dan juga dengan produsen mobil yaitu Ford.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel, Produksi Semester I 2026 Hampir 30 Ribu Ton

“Kami terus berupaya untuk menarik investor asing, terutama dari Amerika dan Eropa,” kata Adriansyah.

Adriansyah menjelaskan, dalam beroperasi PT Vale mengedepankan praktik berkelanjutan yang berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

“Pada aspek sosial kami paparkan dalam bagaimana kami mengutamakan keselamatan dan kesehatan bagi para pekerja kami. Life Matters Most, tidak ada yang paling penting kecuali kehidupan,” ungkapnya.

Baca Juga : PT Vale Hidupkan Warisan Budaya Anyaman Teduhu, dari Luwu Timur ke Panggung Nasional

Bupati Luwu Timur Budiman mengatakan, PT Vale Indonesia telah banyak berkontribusi untuk Tana Luwu dan memberikan pendapatan asli daerah yang luar biasa.

PT Vale kata dia, bukan hanya mengembangkan sektor pertambangan, namun juga menciptakan inovasi untuk masyarakat di sektor pertanian, pariwisata, perkebunan, dan perikanan.

“Kami berharap, para saudagar kita ini bisa berinvestasi juga di Tana Luwu,” ujarnya.

Baca Juga : Produksi Nikel PT Vale Naik 19 Persen pada Kuartal II 2026, Pendapatan Tembus US$290 Juta

Budiman menyatakan, akan memberikan kemudahan investasi dan dukungan kepada para saudagar agar dapat berkontribusi dalam memajukan ekonomi.

“Kita ingin dari pertemuan ini akan muncul ide-ide kreatif dan inovatif yang dapat mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Luwu Timur,” ujarnya.

Acara Temu Saudagar Tana Luwu digagas oleh Budiman sebagai momentum menguatkan investasi dan perekonomian daerah. Budiman menerangkan, peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-78 dan Hari Jadi Luwu ke-756.

Baca Juga : VIDEO: Mengenal Politeknik Sorowako, Kampus Vokasi dengan Lulusan Teknik Berdaya Saing

Dalam pertemuan ini, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin melaunching Logo City Branding Kawasan Strategis Kabupaten Lutim Bumi Batara Guru; Sustainable & Harmony.

Menurut Pj Gubernur Bahtiar, semua kepala daerah wajib bisa menguasai peta pembangunan daerah masing-masing dari berbagai sektor. Mulai dari pertanian, peternakan serta pertambangan.

Tiga sektor tersebut merupakan potensi bisnis yang menjanjikan untuk memungkinkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Tana Luwu ini.

“Saat ini Indonesia mulai melakukan gerakan menuju Indonesia emas di 2045 mendatang. Untuk meraih Indonesia emas, mulai dari pendapatan rata-rata masyarakat seluruh Indonesia harus Rp12 juta per bulannya,” ungkap Bahtiar.

Khusus Provinsi Sulsel, saat ini rata-rata pendapatan masyarakatnya masih rendah. Kecuali Luwu Timur sudah mencapai Rp7 juta per bulannya.

“Rata-rata pendapatan masyarakat Luwu Timur sekarang sudah mencapai Rp7 juta per bulannya,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Bahtiar, investor harus diberi kemudahan agar berlomba-lomba masuk berinvestasi di Tana Luwu dan seluruh daerah di Sulsel, agar bisa mencapai target Indonesia emas di 2045 kelak.

Sektor pertanian harus diperbaiki mulai dari alat pertanian sampai pada menanam komoditi yang lebih kecil biaya dan besar keuntungan seperti pisang cavendish, sukun, durian dan masih banyak lagi. Demikian juga sektor kelautan dan perikanan, hingga pertambangan.

“Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Kolaka dan Kolaka Utara ini adalah daerah yang sangat potensial di sektor industri pertambangan dan smelter,” tambahnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel06 Agustus 2026 19:40
300 Petani Sidrap Dibekali Teknologi Smart Farming, Kolaborasi Australia-Unhas Dukung Pertanian Modern
SULSELSATU.com, SIDRAP – Sebanyak 300 petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengikuti pelatihan smart Farming sebagai upaya memperkenalkan ...
OPD06 Agustus 2026 19:39
Pansus DPRD Sulsel Inventarisasi Aset Pemprov, Soroti Lahan Belum Bersertifikat
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pansus Pengelolaan Barang Milik Daerah terus mengejar aset Pemprov Sulsel untuk segera diamankan. Khususnya aset yang...
Politik06 Agustus 2026 19:11
Darmawangsyah Muin Ajak Kader Gerindra Sulsel Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan memanfaatkan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai ajang...
News06 Agustus 2026 19:09
Pelindo Sosialisasikan PKB 2026-2028, Perkuat Hubungan Industrial yang Harmonis
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat hubungan industrial yang harmonis melalui sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 20...