Logo Sulselsatu

PT Vale Terus Berinovasi Kurangi Penggunaan Energi Fosil Mendukung Misi Dekarbonisasi Pemerintah

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 30 Agustus 2024 14:34

The Leaders Roundtable on Industrial Decarbonization diskusi pre-event International Sustainability Forum (ISF) 2024. Foto: Istimewa.
The Leaders Roundtable on Industrial Decarbonization diskusi pre-event International Sustainability Forum (ISF) 2024. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTA – Dalam upaya memerangi perubahan iklim global, Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mencapai Net Zero Emissions pada 2060.

Target ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan di seluruh sektor ekonomi.

Sebagai respons terhadap tantangan ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) telah menetapkan tujuan yang sejalan dengan agenda pemerintah dengan menargetkan pencapaian Net Zero Emissions pada 2050.

Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa

Perusahaan ini tidak hanya berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon secara keseluruhan sebesar 33 persen pada 2030, tetapi juga mendukung target spesifik untuk sektor pertambangan, yaitu mengurangi emisi karbon sebesar 20 persen pada 2025.

Dalam upaya konkret mendukung komitmen tersebut, PT Vale telah mengimplementasikan berbagai inisiatif ramah lingkungan. Salah satunya adalah pemanfaatan energi bersih dalam operasional pabrik.

Saat ini, pabrik pengolahan nikel PT Vale didukung oleh energi bersih dari tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yaitu PLTA Larona, PLTA Balambano, dan PLTA Karebbe, yang menghasilkan total kapasitas 365 ribu megawatt per tahun.

Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale

“Kami memiliki tiga PLTA yang mendukung operasi pabrik kami dengan energi bersih, yang mengurangi ketergantungan kami pada energi fosil dan menurunkan jejak karbon kami secara signifikan,” ujar Bernardus Irmanto, Chief of Sustainability and Corporate Affair PT Vale, dalam sesi The Leaders Roundtable on Industrial Decarbonization diskusi pre-event International Sustainability Forum (ISF) 2024, Kamis (29/8/2024).

Inisiatif ini bukanlah hal baru bagi PT Vale. Sejak 1978, perusahaan telah membangun dan mengoperasikan PLTA Larona sebagai bagian dari komitmennya terhadap industri berkelanjutan.

Selain itu, PT Vale juga telah mengadopsi kendaraan listrik untuk operasional pertambangan dan memanfaatkan boiler listrik untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti Marine Fuel Oil (MFO) dan diesel.

Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte

Dengan pengoperasian boiler listrik yang menggunakan energi terbarukan, PT Vale menjadi perusahaan pertambangan pertama yang melakukannya di Indonesia, mengurangi konsumsi MFO dan diesel.

Namun, Bernardus Irmanto menyebutkan bahwa perjalanan menuju dekarbonisasi bukan tanpa tantangan. “Ini adalah sebuah tantangan, tidak semudah yang dibayangkan,” ujarnya dalam sesi Leaders Roundtable yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Muhammad Rachmat Kaimuddin saat membuka acara tersebut dengan menekankan pentingnya kerjasama berbagai pihak untuk menghadapi perubahan iklim ekstrem.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

“Kami mencoba menyeimbangkan antara upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dengan upaya dekarbonisasi serta pemanfaatan energi terbarukan,” ungkap Rachmat, yang juga merupakan Presiden Komisaris PT Vale Indonesia.

Rachmat menggarisbawahi bahwa perjalanan transisi energi di Indonesia masih panjang, dengan 86 persen energi industri masih bergantung pada bahan bakar fosil hingga 2023. Dukungan terhadap inovasi dalam transisi energi sangat penting untuk mencapai target nasional.

Dengan partisipasi PT Vale dalam International Sustainability Forum 2024 pada 5-6 September 2024, perusahaan menunjukkan komitmennya untuk memimpin perubahan dalam industri pertambangan menuju keberlanjutan.

Baca Juga : Muncul Bela Aliansi di Bungku Timur, Rekam Jejak Irwan Arya Disorot

Forum ini akan menjadi platform penting bagi berbagai pemangku kepentingan—termasuk pemerintah, lembaga internasional, dan pelaku industri—untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam menciptakan solusi inovatif untuk tantangan dekarbonisasi.

Keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada kerja sama dan inovasi yang berkelanjutan, dengan harapan membangun masa depan yang lebih hijau dan lebih bersih untuk generasi mendatang.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....
Hukum02 November 2026 16:07
Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
SULSELSATU, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang seluruh personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), menggunakan ro...