Logo Sulselsatu

Beri Dampak Positif, Pj Bupati Kolaka Apresiasi Praktik Pertambangan Berkelanjutan PT Vale

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 09 September 2024 13:43

Pj Bupati Kolaka saat melihat praktik pertambangan IGP Pomalaa PT Vale. Foto: Istimewa.
Pj Bupati Kolaka saat melihat praktik pertambangan IGP Pomalaa PT Vale. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, KOLAKA – Praktik pertambangan berkelanjutan atau Good Mining Practices (GMP) sangat penting untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, masyarakat dan perekonomian.

Sebagai salah satu perusahaan pertambangan terkemuka, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus berkomitmen membangun pertambangan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan serta masyarakat.

Penjabat (Pj) Bupati Kolaka, Muhammad Fadlansyah, mengapresiasi praktik pertambangan berkelanjutan PT Vale Indonesia yang diterapkan dalam operasinya di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Baca Juga : PT Vale Hidupkan Warisan Budaya Anyaman Teduhu, dari Luwu Timur ke Panggung Nasional

Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan resmi ke PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kamis (5/9/2024).

Dalam kunjungan ini, Fadlansyah didampingi Asisten 2 Sekretariat Daerah (Setda) Kolaka, Abbas, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kolaka, Arifin Jamal, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kolaka, Andi Panguriseng.

Head of Project Pomalaa, Mohammad Rifai, dan tim manajemen IGP Pomalaa turut serta dalam rombongan.

Baca Juga : Produksi Nikel PT Vale Naik 19 Persen pada Kuartal II 2026, Pendapatan Tembus US$290 Juta

Fadlansyah memberikan pujian terhadap komitmen PT Vale di IGP Pomalaa untuk menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan.

Salah satu pencapaian penting terkait upaya keberlanjutan adalah pembangunan fasilitas persemaian (nursery).

“Komitmen PT Vale terhadap praktik pertambangan berkelanjutan di Pomalaa patut dicontoh. Pemerintah sangat mendukung inisiatif ini dan berharap perusahaan lain akan mengikuti langkah yang sama untuk melestarikan fungsi hutan dan lingkungan,” tegas Fadlansyah.

Baca Juga : VIDEO: Mengenal Politeknik Sorowako, Kampus Vokasi dengan Lulusan Teknik Berdaya Saing

Da juga menjelaskan, kunjungannya juga bertujuan untuk melihat perkembangan proyek dan memastikan bahwa semua aspek berjalan sesuai rencana.

Ia menekankan bahwa percepatan pelaksanaan proyek IGP Pomalaa sangat penting untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat Kolaka.

“Proyek ini memiliki potensi besar untuk mendongkrak pembangunan daerah dan menciptakan sekitar 1.500 lapangan pekerjaan baru dalam dua tahun ke depan. Ini adalah langkah positif bagi pengembangan ekonomi lokal,” ujar Fadlansyah.

Baca Juga : Politeknik Sorowako Fokus Cetak Lulusan Siap Industri, Serapan Kerja Alumni Capai 85 Persen

Kunjungan Pj Bupati Kolaka ke IGP Pomalaa menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Upaya PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan ramah lingkungan diharapkan tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal tetapi juga menjadi contoh bagi industri lainnya dalam pelestarian lingkungan.

Dengan progres yang terus berkembang, PT Vale menunjukkan dedikasinya untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Baca Juga : PT Vale Perkuat Ekosistem Informasi Publik Lewat Upskilling Jurnalis

Head of Project Pomalaa Mohammad Rifai menyatakan, PT Vale berupaya untuk melaksanakan proyek ini dengan standar tertinggi, terutama dalam hal keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

“Proyek ini bukan hanya tentang pertambangan, tetapi juga tentang memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,”tuturnya.

Sebagai salah satu proyek strategis di sektor pertambangan, PT Vale IGP Pomalaa terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Dengan dukungan mitra strategis seperti Huayou dan Ford melalui PT KNI, proyek IGP Pomalaa diperkirakan akan memasuki fase operasional pada 2026.

Sejak peresmian pada November 2022, IGP Pomalaa telah menunjukkan kemajuan signifikan.

Fokus saat ini adalah pada pengembangan Feed Preparation Plant (FPP) untuk memproses bijih nikel kadar rendah sebelum diproses lebih lanjut di lokasi High Pressure Acid Leach (HPAL).

Semua kegiatan konstruksi dilaksanakan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), untuk memastikan praktik pertambangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan04 Agustus 2026 12:31
Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Makassar, Pakar: Bukan Lagi Imbauan, Melainkan Kewajiban Hukum
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemilahan sampah dari rumah tangga dinilai menjadi langkah paling mendasar untuk menyelamatkan Kota Makassar dari ancaman...
Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...
Makassar03 Agustus 2026 18:59
UNM Mulai Tahapan Pilrek, Panitia Dibentuk, Kandidat Mulai Mengemuka
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, memastikan proses Pemilihan ...