SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini rencananya akan dilaksanakan di Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI) pada 22 September 2024 mendatang.
Kegiatan tersebut diharapkan akan dihadiri oleh seluruh pegawai Pemkot Makassar, organisasi masyarakat (ormas), serta majelis taklim.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya akan menjadi momen untuk merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga untuk menggali makna dan hikmah dari peringatan ini bagi seluruh masyarakat.
“Kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 22 September 2024, dan insyaallah berlangsung di Tugu MNEK, CPI. Insyaallah pula akan dihadiri oleh seluruh pegawai Pemkot Makassar serta organisasi masyarakat (Ormas) dan majelis taklim,” ungkap Asisten I Pemkot Makassar, A. Muh. Yasir, Selasa (17/9/2024).
Yasir berharap masyarakat tidak melihat peringatan Maulid ini sebagai ajang euforia semata. Peringatan ini, kata dia, harus jauh dari sekadar acara simbolis atau tradisi berburu telur, melainkan harus memiliki nilai spiritual yang lebih mendalam.
Dia menekankan pentingnya memberi makna lebih pada kegiatan ini dengan menyumbangkan bakul-bakul yang biasanya dibawa saat Maulid kepada mereka yang membutuhkan.
Salah satunya dengan menyumbangkannya kepada panti asuhan, sehingga para penghuni panti juga dapat merasakan keberkahan Maulid.
Hal ini diharapkan bisa mengganti kesan acara Maulid yang terkadang diwarnai kemewahan, dengan menjadikannya lebih bermanfaat bagi sesama.
“Satu yang perlu kita ingat bersama bahwa jangan beranggapan bahwa Maulid ini euforia memperebutkan telur dan lain sebagainya. Sehingga, kita sarankan bahwa bakul-bakul yang disumbangkan oleh siapapun, itu rencana kita akan salurkan ke panti asuhan agar mereka juga merasakan apa itu hikmah Maulid,” jelas Yasir.
Pemerintah Kota Makassar juga menargetkan sebanyak 20 ribu peserta akan turut serta dalam peringatan ini. Acara akan dimulai pada pukul 15.00 WITA dan akan berlanjut hingga menjelang waktu Isya, di mana tausiah hikmah Maulid akan disampaikan oleh seorang penceramah yang saat ini masih dalam tahap penentuan.
“Insyaallah 20 ribu peserta. Kita mulai pukul 15.00 Wita, antara Magrib dan Isya di situlah tausiah hikmah Maulid. Penceramahnya masih tentatif,” lanjut Yasir.
Yasir juga mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan penggunaan transportasi bersama agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi acara. Penggunaan transportasi bersama diharapkan dapat mengurangi kemacetan di sekitar lokasi.
“Perlu saya sampaikan ke khalayak, kalau mis bertetangga, jangan masing-masing bawa mobil biar tidak menimbulkan kemacetan. Jangan satu orang, satu mobil. Mari kita bersama-sama menjadi warga Kota Makassar yang cerdas. Kita membuat suatu event tapi di satu sisi tidak menghambat hal-hal yang lain,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Makassar, M. Syarief, menambahkan bahwa persiapan acara Maulid ini akan dilakukan secara sederhana mengingat waktu yang terbatas dan jumlah peserta yang cukup besar.
“Sama dengan yang dikatakan Pak Asisten, karena waktunya agak sempit jadi kita tidak terlalu banyak variasinya karena mengingat waktu dan menghadirkan 20 ribu orang membutuhkan mobilisasi,” kata Syarief.
Sementara terkait perlombaan kreasi telur akan dijelaskan lebih lanjut dalam surat edaran yang akan segera diterbitkan. “Itu teknis, itu kira-kira nanti ada di surat edaran,” pungkasnya. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar