Logo Sulselsatu

Temu Pendidik Nusantara Raih Nominasi UNESCO Hamdan Prize For Teacher Development 2024 di Paris

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 07 Oktober 2024 11:21

Pertemuan Temu Pendidik Nusantara. Foto: Istimewa.
Pertemuan Temu Pendidik Nusantara. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Yayasan Guru Belajar (YGB) yang sebelumnya menyelenggarakan Temu Pendidik Nusantara (TPN) di Sekolah Islam Athirah beberapa waktu lalu mendapat nominasi penghargaan internasional bergengsi UNESCO Hamdan Prize for Teacher Development 2024 di Paris, Perancis pada (4/10/2024).

Penghargaan ini diberikan untuk mengakui kontribusi luar biasa setiap pihak yang telah berupaya semaksimal mungkin dalam meningkatkan kapasitas guru dan kualitas pendidikan secara global.

Bukik Setiawan selaku Ketua YGB mengatakan, TPN tidak hanya fokus pada aspek teknis pendidikan, tapi juga memperhatikan pentingnya pengalaman dan suara guru dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga : Najelaa Shihab Hadir di Sidrap, Soroti Urgensi Peran Berbagai Pihak untuk Pendidikan

“Apa yang kami upayakan melalui TPN selaras dengan tema hari guru tahun ini, valuing teacher voices. Di TPN, guru memiliki otonomi untuk mengatur apa dan bagaimana mereka belajar,” jelas Bukik.

Otonomi ini berhasil memberdayakan komunitas guru, memungkinkan mereka untuk menghadapi tantangan dengan lebih proaktif, bukan hanya menunggu solusi dari pemangku kepentingan.

Guru aktif saling berbagi praktik baik dan menerapkan metode yang telah berhasil di ekosistem lain ke dalam konteks mereka sendiri.

Baca Juga : Sekolah Islam Athirah Jadi Tuan Rumah Kelas Pendidik dan Pemimpin dalam TPN XII Kota Makassar

Berkat kuatnya komunitas guru, TPN kini telah berdampak pada 1,4 juta murid melalui 41.000 lebih guru di 82 daerah di Indonesia, dari area rural hingga pelosok.

“Terpilih menjadi finalis 10 besar dunia Hamdan Prize menjadi penanda bahwa memuliakan suara guru adalah yang dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan kami sudah membuktikannya di Indonesia,” tutur Bukik.

Komunitas Guru Belajar Nusantara Kota Makassar juga terlibat sebagai komunitas guru penyelenggara TPN di tahun ke-11 pada tahun 2024.

Baca Juga : Cerdas Cermat Guru di Athirah, Ruang Belajar Tenaga Pendidik

Berkolaborasi dengan Sekolah Islam Athirah TPN XI di Makassar, TPN menghadirkan 34 pembicara dan 200 peserta dari kalangan guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Nurul Hidayah selaku kordinator pelaksana TPN daerah Kota Makassar mengatakan, menjadi penyelenggara TPN adalah suatu kebanggaan karena dapat memfasilitasi perjalanan belajar para guru di Makassar.

“Terlebih dengan masuknya TPN sebagai finalis UNESCO Hamdan Prize, ini membuktikan bahwa kolaborasi dan apa yang kami lakukan di Makassar, memiliki pengaruh yang signifikan,” ungkap Nurul.

Baca Juga : Edu Conference 2025: Kolaborasi Nyata untuk Pengembangan Mutu Guru Berkelanjutan

Penggerak Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Zaid Buri Prahastyo mengatakan, semangat bertemu dan berbagi praktik baik dengan sesama guru harus terus ditumbuhkan dan berkelanjutan agar guru dapat menjadi pemimpin pendidikan yang berdaya.

“TPN ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Kami akan melanjutkan dan memperkuat TPN di tahun-tahun mendatang, menciptakan ruang yang semakin inklusif dan inovatif bagi para guru untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

UNESCO Hamdan Prize Mendukung SDG 4
UNESCO Hamdan Prize for Teacher Development lahir dari kebutuhan untuk mendukung program yang secara inovatif memperbaiki pengajaran dan pembelajaran di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang memiliki kesulitan dalam akses pendidikan berkualitas.

Baca Juga : Temu Pendidik Nusantara XI Gelar Kelas Transformasi Digital Bersama Google

Penghargaan ini diprakarsai pada tahun 2009 oleh oleh Sheikh Hamdan bin Rashid Al Maktoum, Wakil Penguasa Dubai dan Menteri Keuangan Uni Emirat Arab.

Setiap dua tahun, UNESCO Hamdan Prize diberikan kepada tiga pemenang yang dianggap memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan efektivitas guru.

Pada 2024, ada sepuluh program dari tujuh negara berbeda yang menjadi finalis, yakni Angola, Bangladesh, Brazil, RRC, Norwegia, Togo, dan Indonesia.

Penghargaan ini sangat selaras dengan SDG 4 (Sustainable Development Goal 4), yang bertujuan untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan30 Januari 2026 12:51
Asmo Sulsel Bersama Polres Gowa dan Jasa Raharja, Edukasi Safety Riding Pelajar SMAN 2 Sungguminasa Gowa
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) bekerja sama dengan Polres Gowa melalui Unit Kamsel serta Jasa Raharja menggelar edukasi safety riding bagi...
Makassar30 Januari 2026 12:40
SPJM Peduli Kemanusiaan Lewat Donor Darah, Berhasil Kumpulkan 90 Kantong
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services...
Video29 Januari 2026 22:38
VIDEO: Bahlil Lahadalia Resmi Dilantik sebagai Ketua Harian DEN
SULSELSATU.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi dilantik sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN)....
Makassar29 Januari 2026 20:23
13 Grup Tampil di iForte National Dance Competition Makassar, Mahasiswa Papua Kantongi Juara
iForte National Dance Competition (NDC) Inspirasi Diri sukses diikuti 13 grup penari dari berbagai daerah....