SULSELSATU.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui acara webinar SMEs Loyalty Talks atau SMEstaTalks yang berlangsung pada akhir September 2024.
Acara ini menjadi bagian dari upaya BRI untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di kancah internasional.
SMEstaTalk merupakan platform pelatihan online yang memberikan pembekalan komprehensif kepada para nasabah BRI, khususnya dalam mempersiapkan usaha mereka untuk pasar ekspor.
Baca Juga : Program TJSL PLN UIP Sulawesi Bantu Kemandirian Petani Kopi Batui
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan literasi keuangan, tetapi juga mengundang pakar di bidangnya untuk membahas topik penting seputar bisnis dan inovasi.
Dalam enam bulan terakhir, SMEstaTalk telah sukses digelar sebanyak tiga kali, dengan jumlah peserta hampir mencapai seribu orang.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara BRI dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) serta Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) yang didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Baca Juga : KKS x DIGIFEST 2026 Raup Transaksi Rp1,35 Miliar, Pembiayaan UMKM Tembus Rp18,27 Miliar
Amam Sukriyanto, Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan UMKM.
“Pendanaan memang penting, tetapi tidak cukup untuk menjawab seluruh tantangan yang dihadapi UMKM. Yang diperlukan adalah edukasi menyeluruh, mulai dari produksi, inovasi, hingga strategi ekspor,” jelasnya.
Amam menekankan bahwa BRI, melalui inisiatif seperti SMEstaTalk, berkomitmen menjadi mitra terpercaya bagi UMKM, membantu mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan siap menghadapi persaingan global. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak akan memperkuat UMKM dalam jangka panjang.
Baca Juga : PT Vale Hidupkan Warisan Budaya Anyaman Teduhu, dari Luwu Timur ke Panggung Nasional
Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Muhammad Asnawi Sabli, turut menekankan pentingnya meningkatkan daya saing produk lokal. Menurutnya, keunikan produk Indonesia menjadi daya tarik utama dalam menghadapi pasar global.
Andanu Prasetyo, CEO Maka Group sekaligus pendiri Toko Kopi Tuku, memberikan pandangannya terkait inovasi bisnis.
“Pelanggan mencari keaslian, tapi juga menginginkan inovasi. Mempertahankan identitas lokal sambil berani bereksperimen adalah kunci sukses,” ujarnya.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Salurkan Bantuan Peralatan Produksi, Berdayakan UMKM Mebel di Pohuwato
Nenden Rospiani, CEO Restu Mande, berbagi cerita bagaimana bisnis masakan Padang instan yang dirintisnya mampu menembus pasar internasional berkat dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
Ia menyebut, kolaborasi dengan komunitas lokal dan partisipasi dalam pameran internasional menjadi kunci dalam ekspansi global bisnisnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar