Logo Sulselsatu

Digitalisasi Sulsel, Revolusi Pemerintahan di Era Prof Zudan

Asrul
Asrul

Rabu, 04 Desember 2024 11:26

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Enam bulan menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh membawa gebrakan baru. Seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sulsel kini telah bertransformasi ke tata kelola pemerintahan digital, mulai dari administrasi hingga produk hukum.

Prof. Zudan langsung menginstruksikan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang disertifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di semua level pemerintahan. Langkah ini menghapus penggunaan tanda tangan dan cap basah di lingkungan Pemprov Sulsel.

“Transformasi ini tidak hanya soal efisiensi, tapi juga percepatan pelayanan masyarakat,” kata Plh Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Bakti Haruni, Rabu (4/12/2024).

Baca Juga : BKN Bakal Panggil BKD Gowa Usai 16 Pejabat Eselon II Dinonaktifkan oleh Bupati

Sejak kebijakan ini diterapkan, jumlah akun TTE di Sulsel melonjak hampir 1.000 persen, dari 332 akun menjadi 3.021 akun.

“Kami bisa bekerja dari mana saja, bahkan di hari libur. Budaya kerja di Sulsel sudah berubah total,” tambah Andi Bakti.

Selain itu, sistem persuratan digital berbasis aplikasi *Srikandi* juga mendapat respons positif. Jumlah akun pengguna naik drastis dari 300-an menjadi 7.288 akun, dengan total transaksi surat digital mencapai 103.515 per November 2024.

Baca Juga : Program Mudik Gratis Sulsel 2026 Pelindo Dapat Apresiasi Pemprov Sulsel

Langkah ini terbukti mempercepat layanan masyarakat. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Asrul Sani, mengungkapkan, “Dulu, masyarakat harus menunggu berhari-hari untuk surat izin. Kini, hanya dalam hitungan menit hingga jam, semua selesai.”

Sektor pendidikan pun merasakan manfaat digitalisasi. Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin, mencontohkan penggunaan TTE di sekolah.

“Untuk surat keterangan, kepala sekolah bisa tanda tangan di mana saja, kapan saja, tanpa proses yang berbelit,” jelasnya.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

Transformasi ini juga menginspirasi kabupaten/kota di Sulsel untuk mengikuti jejak Pemprov Sulsel. “Banyak daerah sudah menggunakan aplikasi Srikandi. Ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk mempercepat reformasi layanan publik,” ujar Andi Bakti.

Dengan digitalisasi, Prof. Zudan menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi kunci akselerasi pembangunan.

“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi tentang menjawab kebutuhan masyarakat dengan cepat, transparan, dan bebas korupsi,” pungkas Asrul Sani.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Berita Utama14 September 2026 22:49
Mulai 15 September, Pengisian BBM di Jeneponto Berlaku Sistem Plat Ganjil-Genap
SULSELSATU.com, JENEPONTO – Pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Jeneponto mulai Selasa, 15 September 2026, akan menerap...
News14 September 2026 20:48
Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat standar keamanan fasilitas pelabuhan di wilayah kerja Regional 4 melalui pelatihan kompetensi...
Video14 September 2026 19:57
VIDEO: Polisi Berhasil Sita 18.905 liter BBM Subsidi dari 17 Tersangka di Sulsel
SULSELSATU.com – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menyita 18,9 kiloliter (KL) bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari 17 tersangka dalam 10 kasu...
Makassar14 September 2026 16:51
Kapolda Sulsel Bantah Kecolongan Passobis Sidrap: Penangkapan Polda Jabar Hasil Kerja Sama
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro membantah pihaknya kecolongan terkait kasus penangk...