Logo Sulselsatu

Kuasa Hukum Paris-Islam Sayangkan Pernyataan Komisioner Bawaslu Sulsel soal PSU di Jeneponto

Dedy
Dedy

Jumat, 06 Desember 2024 13:27

Mantan Ketua Bawaslu Kabupaten Jeneponto, Saiful (Int)
Mantan Ketua Bawaslu Kabupaten Jeneponto, Saiful (Int)

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Komisioner Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel), Syaiful Jihad, menyatakan bahwa PPK Kelara di Kabupaten Jeneponto dapat dikenakan sanksi pidana terkait penolakan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Hal tersebut ia sampaikan disalah satu media online.

Pernyataan Syaiful Jihad tersebut merujuk pada dugaan pelanggaran berat terkait hasil pengawasan Pilkada Jeneponto, namun pernyataan itu mendapat reaksi keras dari Saiful selaku Tim Hukum Pasangan Calon nomor urut 2, (Paris Yasir- Islam Iskandar).

Saiful menilai pernyataan Komisioner Bawaslu Sulsel ini justru dianggap akan memperkeruh situasi dalam kontestasi Pilkada di Jeneponto.

“Bawaslu Sulsel seolah-olah tidak memahami aspek hukum yang berlaku dan bahkan berperan seperti pembentuk Undang-Undang. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panwascam Kelara, terutama terkait dengan temuan pelanggaran pemilih ganda, perlu melalui kajian mendalam oleh PPK Kecamatan Kelara serta KPU setempat,”kata Saiful.

Mengenai rekomendasi Panwascam Kelara terkait TPS 05 Tolo Barat dan TPS 01 Tolo Selatan, Saiful menjelaskan bahwa meskipun ditemukan ada pemilih yang menggunakan hak pilih lebih dari satu kali di TPS yang berbeda, hal tersebut tidak serta-merta mengharuskan PPK untuk menindaklanjutinya.

“Berdasarkan ketentuan dalam UU Pilkada dan PKPU Nomor 17 Tahun 2024, pelaksanaan PSU hanya diperlukan jika lebih dari seorang pemilih melakukan pelanggaran di TPS yang sama atau berbeda, dan hal tersebut tidak terjadi dalam kasus ini,”ujar Saiful.

Saiful mengutip ketentuan dalam UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pilkada yang mengatur pelaksanaan PSU dalam Pasal 112 ayat (2), serta PKPU Nomor 17 Tahun 2024 yang mengatur hal serupa dalam Pasal 50 ayat 3. Kedua aturan tersebut, menurut Saiful, dengan tegas menyatakan bahwa PSU hanya bisa dilaksanakan jika pelanggaran dilakukan oleh lebih dari seorang pemilih.

Tidak hanya itu, Saiful juga mengkritisi Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 117 Tahun 2024 yang dijadikan dasar oleh Panwascam Kelara dalam mengeluarkan rekomendasi.

“Saya menilai Surat Edaran tersebut tidak relevan karena mengacu pada UU Pemilu, bukan UU Pilkada, dan juga mengacu pada PKPU Nomor 25 Tahun 2023, yang merupakan aturan untuk Pemilu, bukan Pilkada,”katanya.

Menurut Saiful, pernyataan Komisioner Bawaslu Sulsel yang mengancam PPK Kelara dengan sanksi pidana sangat tidak berdasar.

Ia menegaskan bahwa PPK Kelara berhak untuk tidak melaksanakan rekomendasi Panwascam apabila tidak memenuhi syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

“Oleh karena itu, saya menyarankan agar Bawaslu lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan yang dapat menambah ketegangan dalam proses Pilkada di Jeneponto,”tambah Saiful.

Penulis Dedi Jentak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...
Ekonomi05 November 2026 19:01
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat pembiayaan sektor riil, termasuk kebutuhan usaha dan r...