SULSELSATU.com, PALOPO – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Trisal Tahir sebagai calon wali kota Palopo memicu kekecewaan dari pendukung hingga mengalihkan dukungannya kepada calon lain.
Salah satunya datang dari Mustaqbal Idris. Anak muda 24 tahun ini kecewa sebab Trisal yang dulunya mereka perjuangkan, tersandung ijazah paket c palsu.
Padahal, Mustaqbal sebelumnya tergabung dalam Milenial Palopo Baru; sebuah komunitas muda-mudi pendukung Trisal-Akhmad Syarifuddin.
Baca Juga : 58 Satpol PP Ditugaskan Kawal PSU Palopo, Gubernur Tekankan Netralitas dan Antipolitik Uang
“Tentu saja kita kecewa, padahal mengakunya sama kami itu alumni luar negeri. Tapi fakta di MK kita lihat ternyata ijazah paket C tidak terdaftar. Ini agak lucu sekaligus memalukan bah,” kata Mustaqbal Idris, Jumat (7/3/2025).
Kata Mustaqbal, Trisal tidak mencerminkan calon pemimpin yang jujur. Mereka berterima kasih kepada MK karena mengungkap kepalsuan yang dulunya digandrungi.
“Padahal agama ajarkan kita bahwa adab dulu baru ilmu. Yah, biar bagaimanapun bagusnya bahasa inggris kita, tapi kalau tidak jujur itu sama dengan nol,” tegas Mustaqbal.
Baca Juga : Penertiban APK Wajib Dilakukan Sebelum PSU, Bawaslu Palopo Tegaskan Komitmen Demokrasi Bersih
Setelah Trisal didiskualifikasi, Mustaqbal bersama sejumlah rekannya dari komunitas tersebut beralih mendukung Rahmat Masri Bandaso-Andi Tenri Karta (RMB-Atika) pada pemungutan suara ulang (PSU) Pilwalkot Palopo.
Mustaqbal menyebut keputusan mendukung RMB-Atika diambil setelah melalui diskusi cukup alot. Pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Palopo itu dinilai mencerminkan apa yang diiginkan warga Palopo.
“Pak Rahmat kami lihat sebagai pembeda dibanding paslon lain. Orang palopo tahu ji mana bagus dan tidak. Yang satunya sudah kita tahu adalah dinasti, banyak yang tidak suka. Satunya lagi sepertinya sudah tidak serius,” katanya.
Baca Juga : PSU Pilkada Palopo Diwarnai Isu Politik Uang, Bawaslu Sulsel Siap Perketat Pengawasan
Mengapa komunitas tak mendukung Naili yang bakal mengganti sang suami Trisal Tahir?
Menurut Mustaqbal, Trisal telah merusak tatanan demokrasi di Kota Palopo. Kehadiran Naili mempertegas pasangan nomor urut 4 tersebut sangat bernafsu menguasai Palopo yang sebelumnyan ingin diraih dengan cara tak jujur.
“Bagi kami Naili tidak bisa menutup kesalahan Trisal sebelumnya. Justru kami anti-pati, masa’ karena suaminya digugurkan lalu istri yang ganti? Ini urus pemerintah, bukan rumah tangga,” jelas Mustaqbal.
Baca Juga : Pilwalkot Palopo Diulang, Hari Ini Pasangan Naili-Ome Daftar ke KPU
Diketahui, berdasar putusan MK, Pilwalkot Palopo akan diulang untuk semua tempat pemungutan suara ulang.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar