Logo Sulselsatu

Kredit Pintar Siapkan UMKM Parepare Pandai Kelola Keuangan untuk Masa Depan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 12 Maret 2025 17:36

Kelas Pintar Bersama yang dihadirkan Kredit Pintar bagi UMKM di Kota Parepare. Foto: Istimewa.
Kelas Pintar Bersama yang dihadirkan Kredit Pintar bagi UMKM di Kota Parepare. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, PAREPAREKota Parepare yang terletak di Provinsi Sulsel telah lama dikenal dengan potensi ekonomi lokal yang berkembang pesat.

Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian Parepare adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam beberapa tahun terakhir, diperkirakan jumlah UMKM di Parepare mencapai lebih dari 17.000 yang mayoritas bergerak di sektor usaha perdagangan, kuliner, kerajinan, dan industri kreatif lainnya.

Baca Juga : Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global

Meskipun pertumbuhan UMKM di Parepare menunjukkan angka yang menggembirakan, terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha.

Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan akses ke modal usaha. Banyak pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan pendanaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka, terutama bagi usaha mikro yang belum memiliki laporan keuangan yang memadai.

Kendala tersebut diungkapkan oleh Nurul Amin, seorang Penggiat dan Pemerhati UMKM Parepare saat menjadi pembicara dalam kegiatan Kelas Pintar Bersama persembahan Kredit Pintar.

Baca Juga : Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dampingi Industri Kue Tradisional Gowa Go Digital

Kelas Pintar Bersama yang bertajuk ‘Kelola Keuangan untuk Masa Depan yang Aman’ berlangsung di Amaish Resto, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Parepare pada Sabtu (8/3/2025).

Nurul Amin menerangkan pentingnya pengelolaan keuangan untuk masa depan bisnis yang aman.

“Membangun UMKM yang sukses memerlukan pengelolaan keuangan yang terstruktur dan berkelanjutan. Untuk itu kita perlu mengetahui strategi penting dalam mengelola keuangan UMKM secara bijak. Termasuk dalam hal ini bagaimana kita menyusun laporan keuangan yang sederhana,” terangnya.

Baca Juga : OJK Perkuat TPAKD, Dorong Pembiayaan Komoditas Kakao di Sulsel

Puji Sukaryadi selaku Brand Manager Kredit Pintar mengungkapkan, Kredit Pintar berinisiatif untuk menyelenggarakan Kelas Pintar Bersama yang selaras dengan himbauan OJK bagi para pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

“Sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan. Kemudian, dengan adanya akses keuangan masyarakat yang lebih luas, bertanggungjawab, dan produktif. Diharapkan dapat semakin mendukung peningkatan kesejahteraan dan kekuatan pembangunan ekonomi nasional,” ujar Puji.

Puji menjelaskan, kesulitan dalam mendapatkan pinjaman atau modal untuk pengembangan usaha menjadi hambatan signifikan bagi UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas market.

Baca Juga : KKI 2026 Catat Transaksi Rp144,2 Miliar, UMKM Sulsel Tembus Pasar Global

“Untuk itu kami sebagai pelaku usaha jasa keuangan berupaya untuk menjangkau lebih luas lagi akses keuangan sehingga dapat menjadi solusi bagi UMKM yang terkendala permodalan. Namun demikian tentu saja disertai dengan literasi dan edukasi keuangan yang baik agar permodalan tersebut nantinya tepat guna, bertanggungjawab, dan produktif,” ujarnya.

Sosialisasi mengenai literasi dan edukasi keuangan menjadi titik fokus Kredit Pintar melalui diselenggarakannya Kelas Pintar Bersama. Kredit Pintar sebagai platform fintech lending yang berizin OJK, senantiasa berkomitmen untuk secara konsisten menyelenggarakan Kelas Pintar Bersama di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

“Hal ini sebagai bentuk komitmen Kredit Pintar untuk memberikan manfaat dalam hal edukasi dan literasi keuangan yang menyasar tidak hanya masyarakat umum, namun juga para pelaku UMKM dan generasi muda,” jelasnya.

Baca Juga : Kalla Institute Berdayakan UMKM Perempuan di Maros Lewat Digitalisasi dan Teknologi

Selain itu, melalui Kelas Pintar Bersama, Kredit Pintar juga terus berupaya melakukan edukasi mengenai PinDar atau Pinjaman Daring yang berbeda pengertiannya dengan “pinjol” atau pinjaman online.

Seperti dijelaskan oleh Puji kepada para peserta Kelas Pintar Bersama, Puji menyebutkan Pindar berdasarkan Peraturan OJK No 40 – Tahun 2024 yaitu; Penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi dana dengan penerima dana dalam melakukan pendanaan konvensional atau berdasarkan prinsip syariah secara langsung melalui sistem elektronik dengan menggunakan internet.

Lebih lanjut Puji menjelaskan, Kredit Pintar menjaga data pribadi pengguna yang dibuktikan dengan penerapan ISO 27001 dan juga akses CAMILAN yaitu merupakan akronim dari camera, microphone, dan location, akses yang diminta dalam layanan pindar.

“Dalam penerapan ISO 27001, melibatkan serangkaian langkah, termasuk penetapan kebijakan keamanan informasi, penilaian risiko, pengembangan dan implementasi kontrol keamanan yang tepat, serta pemantauan dan peninjauan secara berkala,” imbuhnya.

Kredit Pintar hingga saat ini telah diunduh sebanyak 35,6 juta kali dengan rating Google 4.3 dari 5 dan Apple Store (iOS) dengan rating 4.5 dari 5 dengan dua juta review paling banyak diulas di Google Playstore Indonesia.

Sepanjang tahun 2024 lalu Kredit Pintar telah membukukan penyaluran pinjaman hingga lebih dari Rp8,8 triliun.

Sementara itu, sejak berdiri pada tahun 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan oleh Kredit Pintar hingga saat ini yaitu mencapai angka lebih dari Rp51,7 triliun.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...