SULSELSATU.com, Luwu Timur — Kepedulian nyata Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, terhadap penyandang disabilitas mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari berbagai kalangan, termasuk dari legislatif daerah. Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi NasDem, Jihadin Paruge, yang lebih akrab disapa Lau Jiha, menilai tindakan Bupati Irwan terhadap Evi Nurjanah Fadly—honorer KUA Angkona yang mengalami kelumpuhan namun berhasil lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kemenag—adalah sebuah teladan kepemimpinan yang inklusif dan penuh empati.
“Perhatian Bupati Irwan dalam membantu pembangunan rumah Evi serta upaya memindahkan lokasi tugas Evi agar lebih dekat dengan tempat tinggalnya merupakan bukti nyata keberpihakan terhadap kelompok rentan di Luwu Timur. Ini bukan sekadar bentuk bantuan fisik, tapi lebih dari itu, ini adalah wujud rasa kemanusiaan dan keadilan yang harus terus dikedepankan oleh para pemimpin,” ujar Lau Jiha, Minggu (1/6/2025).
Lau Jiha menegaskan bahwa penyandang disabilitas berhak atas perlakuan adil dan kesempatan yang setara dalam dunia kerja. Ia mengingatkan bahwa hak-hak tersebut sudah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menjamin akses mereka terhadap pendidikan, pekerjaan, hingga kehidupan yang layak.
“Kewajiban pemerintah daerah sangat besar dalam memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi. Bahkan DPRD Luwu Timur pada tahun lalu telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Ini adalah langkah konkret dalam memastikan perlindungan hukum bagi mereka,” tambahnya.
Sebagai calon Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Lau Jiha menyampaikan bahwa sosok Bupati Irwan adalah contoh pemimpin yang berani menjalankan kebijakan inklusif, tidak hanya sebatas program seremonial yang sifatnya formalitas.
“Kita butuh lebih banyak pemimpin yang turun langsung ke masyarakat dan benar-benar peduli terhadap kelompok yang selama ini kurang mendapat perhatian, seperti penyandang disabilitas. Kepedulian ini bukan hanya soal sosial, tapi juga tanggung jawab konstitusional pemerintah,” tegasnya.
Kisah Evi Nurjanah Fadly juga menjadi sorotan publik setelah Bupati Irwan secara khusus mengunjunginya di Desa Solo, Kecamatan Angkona. Meskipun mengalami kelumpuhan pasca komplikasi melahirkan, Evi tetap mengabdi dengan penuh dedikasi sebagai tenaga honorer di KUA Angkona sejak 2015. Kini, berkat perjuangan dan semangatnya, Evi resmi lulus seleksi PPPK Kemenag formasi 2024.
“Semangat Evi adalah bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berkontribusi dan berkarya bagi daerah. Pemerintah daerah melalui Bupati Irwan memberikan dukungan nyata agar Evi dapat bekerja dengan lebih layak dan nyaman,” ujar Lau Jiha.
Lau Jiha berharap agar langkah Bupati Irwan ini menjadi contoh bagi seluruh pejabat dan instansi di Kabupaten Luwu Timur untuk lebih serius memperhatikan dan memfasilitasi kebutuhan penyandang disabilitas, khususnya dalam hal akses pendidikan, pekerjaan, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Semoga pemerintah daerah terus menguatkan komitmen inklusifnya, tidak hanya untuk penyandang disabilitas tapi juga kelompok rentan lainnya. Ini bagian dari membangun Luwu Timur yang adil, berkeadaban, dan mensejahterakan seluruh warganya tanpa terkecuali,” pungkasnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar