SULSELSATU.com, Luwu Timur – Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Luwu Timur yang juga merupakan anggota DPRD, Wahidin Wahid, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong tata kelola koperasi yang sehat, transparan, dan profesional.
Pernyataan tersebut disampaikan Wahidin saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Fasilitasi Izin Usaha Simpan Pinjam dan Penyusunan Sistem Laporan ODS Mandiri, yang digelar di Aula Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (Disdagkop UKMP) Luwu Timur, pada Senin (16/6/2025).
Dalam paparannya, Wahidin menyoroti masih banyaknya koperasi di Luwu Timur yang belum memiliki legalitas badan hukum yang jelas. Menurutnya, aspek legalitas merupakan fondasi utama bagi koperasi agar bisa menjalankan kegiatan usaha secara sehat dan sesuai regulasi.
“Kita perlu pastikan koperasi tempat kita bergabung itu sudah memiliki legalitas atau belum. Jangan sampai berjalan tanpa dasar hukum yang sah,” ujarnya tegas.
Wahidin juga menekankan pentingnya pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada para anggota koperasi. Ia mengingatkan bahwa RAT bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi merupakan wadah evaluasi kinerja dan penentu arah kebijakan koperasi ke depan.
“RAT adalah indikator transparansi dan akuntabilitas. Kami imbau semua pengurus koperasi tidak menunda pelaksanaannya dan segera melaporkannya ke Dekopinda,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Wahidin memastikan bahwa Dekopinda Luwu Timur siap memberikan pendampingan kepada koperasi-koperasi yang ingin menata ulang kelembagaan maupun sistem pelaporannya secara lebih baik.
“Pendampingan ini adalah bagian dari tugas kami. Kami siap meluangkan waktu untuk koperasi yang serius ingin berbenah,” tutup Wahidin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Dekopinda dan Disdagkop UKMP dalam mendorong modernisasi pengelolaan koperasi berbasis hukum dan teknologi informasi. Harapannya, koperasi di Luwu Timur mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang berkelanjutan dan inklusif.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar