SULSELSATU.com, Luwu Timur – Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Paruge, yang akrab disapa Lau Jiha, menghadiri pembukaan Youth Camp Pemuda GPdI se-Luwu Raya Tahun 2025 yang digelar di Bumi Perkemahan Sorowako, Selasa (1/7/2025).
Kegiatan bertema “Level Up” ini akan berlangsung selama empat hari, dari tanggal 1 hingga 4 Juli 2025, dan diikuti oleh 1.041 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Luwu Raya.
Dalam keterangannya kepada awak media, Lau Jiha, yang juga merupakan mantan Kepala Desa Sorowako, menegaskan bahwa kegiatan seperti Youth Camp bukan hanya ajang berkumpul, tetapi juga wadah pembentukan karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan generasi muda.
“Ini bukan sekadar perkemahan biasa, tetapi ruang pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, moral, dan semangat kepemudaan. Kita membutuhkan generasi muda yang bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat dalam prinsip dan iman,” ujar politisi Partai NasDem itu.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta yang datang dari berbagai penjuru Luwu Raya, dan menilai bahwa hal tersebut menjadi sinyal positif akan potensi besar generasi muda untuk membangun masa depan.
“Lebih dari seribu pemuda berkumpul di sini, ini bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas di kalangan pemuda masih sangat kuat. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun Luwu Raya yang tangguh dan bersatu,” tambahnya.
Kegiatan Youth Camp GPdI ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Sosial P3A Luwu Timur, Joni Patabi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya sangat strategis dalam membangun kepribadian dan integritas generasi muda.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk membentuk pemuda yang kuat secara spiritual dan berintegritas dalam kehidupan sosial. Kita butuh pemuda yang siap menghadapi tantangan zaman dengan iman dan karakter yang kokoh,” tutur Joni.
Ketua Panitia, Elyeser Rapalangi, dalam laporannya menyampaikan bahwa total peserta yang hadir mencapai 1.041 orang, dan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
“Pemuda tidak hanya dituntut menjadi terang dan garam di gereja, tetapi juga di masyarakat. Harus ada dampak positif yang mereka bawa pulang setelah mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Daerah GPdI Sulawesi Selatan, Pdt. Tjontce Poluan, mengapresiasi terselenggaranya Youth Camp ini sebagai langkah penting dalam pembinaan iman dan potensi diri.
“Ini bukan sekadar kegiatan rohani. Youth Camp adalah ruang untuk mengasah bakat, membentuk karakter, dan memperkuat iman pemuda Kristen agar mereka mampu memberi kontribusi nyata dalam kehidupan,” ungkapnya.
Acara pembukaan Youth Camp GPdI ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan instansi, di antaranya Camat Nuha Hariadi Hamid, Lurah Magani Rany Syam, perwakilan Komisi Daerah PELPAP GPdI Sulsel, serta perwakilan Manajemen PT Vale Indonesia.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar