SULSELSATU.com – Meski air di bumi melimpah, hanya sedikit yang aman untuk diminum. Air laut terlalu asin dan banyak sungai atau danau sudah tercemar.
Untuk mengatasi hal ini, peneliti dari Dalhousie University Kanada menemukan cara baru memurnikan air menggunakan ban bekas dan tenaga matahari.
Melalui proses pirolisis, ban bekas dipanaskan tanpa oksigen hingga menjadi arang kaya karbon.
Baca Juga : BRI Umumkan Pemenang CreatorFest 2024, Dorong Kreativitas dan Inovasi Masyarakat Indonesia
Arang ini kemudian dicampur dengan plasmonic titanium carbide, bahan yang mampu menyerap cahaya matahari dan mengubahnya menjadi panas untuk menguapkan air.
Alat ini mengapung di atas air dan mampu menghasilkan 3,67 liter air minum per hari dengan biaya hanya 0,86 sen per liter. Selain memurnikan air, perangkat ini juga dapat menghasilkan sedikit listrik dari tenaga matahari.
Seperti yang dikutip dari Molanewsp, inovasi ini menjadi solusi ramah lingkungan dan murah untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkannya.
Baca Juga : TP PKK Gowa Studi Tiru Progam Inovasi Posyandu PKK Denpasar
Penulis: Nur Hafila (Mahasiswa PPL Jurusan Jurnalistik UIN Alauddin Makassar)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar