Logo Sulselsatu

Kunjungan Deputi Tata Lingkungan dan SDA Berkelanjutan KLH Pertegas Posisi PT Vale Jadi Pertambangan Berkelanjutan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 23 November 2025 19:48

Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup RI Sigit Reliantoro saat menanam pohon di Taman Kehati. Foto: Istimewa.
Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup RI Sigit Reliantoro saat menanam pohon di Taman Kehati. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Sebagai produsen nikel yang memainkan peran penting dalam rantai pasok mineral kritis dunia untuk transisi menuju energi bersih, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bagian dari MIND ID, menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari strategi bisnis jangka panjangnya.

Komitmen ini kembali ditegaskan melalui kunjungan strategis Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup RI Sigit Reliantoro yang datang ke wilayah operasi PT Vale di Sorowako.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi PT Vale karena menandai perhatian dan pengawasan tingkat tinggi pemerintah terhadap bagaimana perusahaan besar seperti PT Vale menerjemahkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam praktik nyata di lapangan.

Baca Juga : Dari Air Limpasan Tambang ke Air Terolah, Menelusuri Peran LGS PT Vale

Sigit Reliantoro membawa mandat besar untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam Indonesia berjalan selaras dengan perlindungan keanekaragaman hayati, penurunan emisi, dan tata kelola berkelanjutan.

Kehadirannya di Sorowako menunjukkan bahwa pemerintah memandang PT Vale sebagai mitra strategis dalam mendorong tata kelola pertambangan yang berstandar global.

Selama kunjungan, rombongan Deputi Sigit menyaksikan secara langsung implementasi reklamasi progresif PT Vale, termasuk area yang berdekatan dengan Danau Matano, salah satu danau terdalam dan terjernih di dunia.

Baca Juga : PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi

Kondisi lingkungan yang terjaga dengan baik di sekitar danau menjadi bukti bahwa kegiatan pertambangan dan perlindungan ekosistem dapat berjalan berdampingan ketika dilandasi komitmen, disiplin, dan kontrol operasional yang ketat.

Deputi Sigit menegaskan bahwa praktik reklamasi PT Vale merupakan contoh “best practice” yang dapat menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan tambang berkelanjutan.

Selain aspek lingkungan, rombongan KLH juga meninjau program pengembangan ekonomi masyarakat yang menjadi bagian dari komitmen “post-mine economy” PT Vale.

Baca Juga : Program Pangan dan Kemaritiman PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026

Salah satu contohnya adalah kebun nanas Ponda’ta di Desa Tabarano, yang berhasil mengubah lahan kritis dan rawan kebakaran menjadi kawasan produktif yang mendorong kemandirian ekonomi warga.

Deputi Sigit menekankan bahwa inti ESG dalam pertambangan adalah memastikan masyarakat tetap memiliki mata pencaharian dan kehidupan yang lebih baik setelah periode tambang berakhir.

Program semacam ini memperlihatkan bahwa strategi keberlanjutan PT Vale bukan hanya soal memulihkan alam, tetapi juga memastikan kesejahteraan komunitas jangka panjang.

Baca Juga : Catut Nama Adat untuk Palang Seba-seba, Gusti Riadi Terancam Hukuman 14 Tahun

“Melalui kunjungan kami ini, PT Vale sudah menunjukkan ke kami cara penambangan dengan reklamasi yang progresif. Lokasi yang dekat dengan Danau Matano menunjukkan kondisi danau yang terjaga, menjadi bukti pengelolaan tambang yang baik. Ini adalah contoh best practice penambangan,” pungkas Sigit usai berkeliling di Kebun Nanas di Desa Tabarano, Luwu Timur.

Lebih lanjut, Sigit Reliantoro menambahkan, ESG untuk pertambangan adalah menyiapkan ekonomi pasca tambang sehingga kehidupan masyarakat sekitar tetap bertahan dengan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik setelah tambang selesai.

Kunjungan ini memperkuat pencapaian terbaru PT Vale dalam keberlanjutan, salah satunya peningkatan signifikan skor risiko ESG menurut Sustainalytics, dari 29,8 menjadi 23,7 hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.

Baca Juga : Direktur Keamanan PT TRK Pimpin Blokade Total PSN Pomalaa, Tantang dan Maki Aparat TNI

Penurunan –5,7 poin ini menempatkan PT Vale sebagai salah satu dari sekitar lima belas perusahaan pertambangan logam terdiversifikasi dengan risiko ESG terendah di dunia.

Bagi pelaku industri global, kemajuan ini menegaskan bahwa PT Vale tidak hanya memenuhi harapan pasar, tetapi juga menaikkan standar operasional ESG di sektor nikel internasional.

Direktur Utama dan CEO PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto menyatakan, kunjungan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga mekanisme penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas perusahaan.

Ia menegaskan, komitmen ESG PT Vale tidak pernah dimaksudkan sebagai kampanye, tetapi sebagai cara bekerja yang ditopang kolaborasi erat dengan regulator, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan keberlanjutan hanya dapat dicapai bila seluruh pemangku kepentingan berjalan seiring dalam visi yang sama.

Sebagai bagian dari tindak lanjut kunjungan, PT Vale akan menyusun laporan resmi berisi temuan, rekomendasi, serta langkah implementasi yang akan diterapkan dalam beberapa bulan mendatang.

PT Vale juga akan memperluas inisiatif pengembangan masyarakat dan reklamasi sebagai bagian dari visi jangka panjang “Reklamasi dan Kemandirian 2030”, sebuah inisiatif yang akan diperkenalkan kepada publik dan mitra internasional untuk memperlihatkan bagaimana Indonesia dapat memimpin standar pertambangan berkelanjutan di dunia.

Kunjungan Deputi KLH ini menegaskan bahwa PT Vale berada pada jalur yang tepat dalam memadukan operasi kelas dunia dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan sosial.

Dengan komitmen yang konsisten, peningkatan kinerja ESG yang terukur, serta hubungan yang kuat dengan regulator, perusahaan siap melangkah lebih jauh dalam menjadi salah satu produsen nikel paling berkelanjutan di dunia.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan18 September 2026 16:11
Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo
Sebanyak 133 siswa SMP Islam Athirah Makassar belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman mangrove di Pusat Pendidikan Lingkunga...
News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...