Logo Sulselsatu

Konflik PBNU Menuju Islah, Idrus Marham: Kembalikan NU ke Rumah Besar Umat

Asrul
Asrul

Jumat, 26 Desember 2025 19:22

Mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Foto/Sulselsatu
Mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Foto/Sulselsatu

SULSELSATU.com, JAKARTA – Konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki fase baru setelah disepakati jalan islah melalui Muktamar sebagai forum tertinggi organisasi.

Kesepakatan ini dinilai sebagai langkah konstitusional untuk mengakhiri ketegangan yang selama berbulan-bulan mengemuka di tubuh jam’iyyah NU.

Kesepakatan tersebut lahir dari rapat konsultasi Syuriyah PBNU kepada Mustasyar yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

Baca Juga : Golkar Bantah Isu Ganti Ketum, Idrus Tegaskan Rapimnas Fokus Konsolidasi

Rapat dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersama jajaran Syuriyah dan para sesepuh NU.

Rapat menetapkan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan secepatnya oleh Rais Aam PBNU bersama Ketua Umum PBNU, dengan melibatkan Mustasyar, kiai sepuh, serta pengasuh pesantren dalam penentuan waktu, tempat, dan kepanitiaan.

Anggota Majelis Penasihat Organisasi IKA PMII, Idrus Marham, menyambut positif keputusan tersebut. Ia menilai Muktamar merupakan satu-satunya jalan bermartabat dan konstitusional untuk menyelesaikan konflik internal NU.

Baca Juga : Idrus Marham Pimpin Konsolidasi IKA UINAM Sukseskan Seminar Internasional Perdamaian Dunia

“NU itu bukan milik kelompok atau individu. NU adalah rumah besar umat Islam Indonesia, benteng marwah ulama, dan pilar penting bangsa. Karena itu, penyelesaian konflik harus dikembalikan ke mekanisme tertinggi organisasi, yakni Muktamar,” ujar Idrus saat dihubungi, Kamis.

Menurut Idrus, keputusan menempuh jalan Muktamar menunjukkan kedewasaan NU dalam menyikapi perbedaan. Ia menilai para ulama telah memilih pendekatan wasathiyah yang mengedepankan musyawarah, adab, dan kepentingan yang lebih besar.

“Ketika NU memilih jalan Muktamar, itu artinya NU sedang mengajarkan bangsa ini tentang etika berorganisasi, tentang adab dalam berbeda, dan tentang cara menyelesaikan konflik dengan kepala dingin, bukan emosi,” katanya.

Baca Juga : IKA UIN Alauddin Solid Dukung Presiden Prabowo sebagai Motor Perdamaian Dunia Islam

Idrus mengingatkan, konflik berkepanjangan hanya akan melemahkan peran strategis NU di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks. Ia menegaskan NU tidak boleh terseret dalam konflik kepentingan sempit, baik kekuasaan maupun usaha.

“Kalau NU diseret ke konflik kepentingan, yang dirugikan bukan hanya warga NU, tapi bangsa Indonesia. Sejarah membuktikan, ketika NU kuat dan bersatu, Indonesia stabil,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah para Mustasyar, sesepuh, dan alim ulama NU yang konsisten mendorong islah melalui berbagai forum musyawarah di pesantren. Menurut Idrus, keteladanan para kiai tersebut menjadi kunci tercapainya kesepakatan menuju Muktamar.

Baca Juga : Idrus Marham Ungkap Banyak Calon Ketua Golkar Sulsel Minta Restu, Kecuali Taufan Pawe

“Para kiai telah memberi teladan kepemimpinan yang sejati. Mereka tidak mencari menang-kalahan, tetapi kemaslahatan jam’iyyah. Inilah wajah NU yang sebenarnya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, konflik di tubuh PBNU bermula dari perbedaan sikap terkait pemberhentian Ketua Umum PBNU oleh Rais Aam melalui Rapat Syuriyah. Perbedaan tersebut memicu ketegangan berkepanjangan dan bahkan memunculkan wacana Muktamar Luar Biasa apabila islah tidak tercapai.

Kesepakatan menuju Muktamar Ke-35 NU menandai berakhirnya fase konfrontasi dan dimulainya rekonsiliasi berbasis konstitusi jam’iyyah. Dalam pandangan Idrus, AD/ART NU harus menjadi rujukan utama dalam menyelesaikan persoalan internal.

Baca Juga : Idrus Marham: Kalau Kita Jujur, KKSS Butuh Amran Sulaiman

“Konstitusi NU itu harus menjadi pegangan bersama. Di situlah semua perbedaan dikembalikan dan diselesaikan secara sah dan bermartabat,” kata Idrus.

Ia berharap Muktamar mendatang benar-benar menjadi titik balik bagi NU untuk kembali solid dan fokus menjalankan peran keumatan serta kebangsaan.

“Muktamar ini bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi mengembalikan ruh NU: ukhuwah, keikhlasan, dan khidmat untuk umat dan bangsa,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis23 Januari 2026 22:13
Kick Off Meeting 2026, Kalla Beton Perkuat Kesiapan dan Arah Bisnis
Kalla Beton menggelar Kick Off Meeting Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan visi, arah bisnis, serta prioritas perusahaan dalam me...
Politik23 Januari 2026 21:53
Surya Paloh Tunjuk Syahar-Cicu Pimpin NasDem Sulsel Usai Ditinggal RMS
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi menyerahkan surat keputusan (SK) pergantian kepengurusan Dewan Pimpina...
Sulsel23 Januari 2026 20:24
Waspada Cuaca Ekstrem, Ini Imbauan Polres Bulukumba
SULSELSATU.com, BULUKUMBA — Badai angin kencang melanda wilayah Kota Bulukumba dan sekitarnya, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan mengganggu aru...
Sulsel23 Januari 2026 19:03
Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Daerah, OJK Edukasi Petani dan Nelayan di Takalar
Upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan terus diperkuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan ...