Logo Sulselsatu

Muchlis Misbah Dorong Sinkronisasi Musrenbang Reses untuk Percepat Pembangunan

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Rabu, 14 Januari 2026 20:03

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Muchlis Misbah, menyoroti masih banyaknya usulan infrastruktur yang berulang setiap tahun namun belum juga direalisasikan di daerah pemilihannya.

Muchlis yang duduk di Komisi D DPRD Makassar dari Dapil Makassar I (Ujung Pandang, Rappocini, dan Makassar) mengungkapkan hal itu setelah menghadiri sejumlah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di wilayahnya.

“Hasil Musrenbang masih seperti tahun-tahun kemarin. Permintaan terbanyak itu persoalan fisik, drainase dan jalan,” kata politisi Hanura tersebut.

Selain pekerjaan fisik, terdapat pula usulan nonfisik berupa pemberdayaan masyarakat dan pelatihan UMKM. Namun porsinya masih kalah dominan dibanding kebutuhan perbaikan drainase dan jalan.

Musrenbang itu berlangsung di beberapa kelurahan seperti Maccini, Maccini Parang, Maccini Induk, Maradekaya, dan Bara-baraya.

Muchlis menilai salah satu penyebab lamanya realisasi adalah tidak adanya sinkronisasi antara hasil Musrenbang dengan hasil reses anggota DPRD. Padahal Musrenbang merupakan amanat undang-undang yang menjadi dasar penyusunan perencanaan pembangunan daerah.

“Ada pekerjaan fisik yang sudah diusulkan lewat Musrenbang sampai empat kali tapi belum juga dikerjakan. Karena itu saya sarankan agar usulan Musrenbang dikombinasikan dengan hasil reses supaya lebih fokus dan tidak terpecah-pecah,” ujarnya.

Menurut Muchlis, pokok-pokok pikiran DPRD dari hasil reses sebenarnya bisa mempermudah OPD dalam pelaksanaan jika diselaraskan sejak awal. Karena itu ia meminta perangkat wilayah mulai RT, RW, lurah hingga LPM aktif melakukan penyelarasan ketika anggota DPRD melakukan reses.

“Supaya cepat dikerjakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini usulan yang sama berulang melalui dua jalur Musrenbang dan reses tanpa penyelarasan, sehingga justru membuat pekerjaan tak kunjung berjalan.

Selain persoalan koordinasi, keterbatasan anggaran juga menjadi faktor penghambat. Muchlis menyebut masih ada usulan infrastruktur di sejumlah kelurahan yang tidak terakomodasi bertahun-tahun.

“Hampir di semua kelurahan ada usulan Musrenbang yang belum dikerjakan. Contohnya di Kelurahan Maradekaya dan Maccini. Salah satu faktornya memang keterbatasan anggaran,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video05 Agustus 2026 22:59
VIDEO: Viral, Mobil Dikejar dan Dirusak Massa di Pattontongan Maros
SULSELSATU.com – Sebuah mobil dirusak massa di Jalan Pattontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Selasa (4/8/2026). Berdasarkan informasi yang ...
News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...
News05 Agustus 2026 18:04
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara guna mendukung percepatan...