SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging dan Shipyard (MEPS) menunjukkan komitmen tertinggi perusahaan terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Hal itu dibuktikan dengan terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di seluruh wilayah operasional sehingga berhasil meraih predikat Zero Fatality selama periode 2025.
Nihil fatality sendiri sangat penting diterapkan oleh perusahaan karena menyangkut tingkat safety yang tinggi dan memerlukan konsistensi antara budaya, kinerja, dan komunikasi K3 diseluruh lini Perusahaan.
Baca Juga : Pelindo Regional 4 Prediksi Penumpang Mudik Lebaran 2026 Tembus 882.620 Orang, Naik 5 Persen
SPJM sebagai perusahaan yang bergerak di industri berisiko tinggi, berhasil mencapai total 19.347.232 jam kerja pelayaan dengan status nihil fatality selama periode 2025 dan mendapatkan penghargaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) selaku Holding.
Penghargaan yang diserahkan oleh Group Head K3 dan Sistem Manajemen PT Pelindo kepada manajemen SPJM pada Safety Forum yang dihadiri oleh perwakilan entitas Pelindo Grup.
“Capaian ini bukan sekedar angka namun sebagai wujud dari upaya berkelanjutan kami untuk perbaikan layanan dan juga konsistensi penerapan K3L oleh seluruh insan SPJM Grup di seluruh lini Perusahaan sehingga tidak hanya menciptakan awareness namun menjadikan K3 menjadi budaya dalam bekerja memberikan pelayanan kepada pengguna jasa, ujar Tubagus Patrick, SVP Sekretaris Perusahaan SPJM.
Baca Juga : Pelindo Pastikan Kesiapan Layanan Pelabuhan Makassar Jelang Mudik Lebaran 2026
Pencapaian ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan SPJM Grup dalam memperkuat implementasi program K3 sebagai bagian dari komitmen mencapai Zero Accident (Fatality).
Upaya pencegahan dilakukan melalui peningkatan safety awareness kepada seluruh pekerja dan pihak eksternal.
Upaya tersebut dibarengi dengan komitmen top management melalui agenda rutin management walktrough, dan peningkatan kompetensi dan pemenuhan sarana dan prasarana K3, serta optimalisasi kesiapsiagaan darurat melalui basic life support training dan safety drill sebagai langkah nyata dalam membangun budaya keselamatan yang konsisten.
Baca Juga : SPJM Pasang Fasilitas Keamanan Baru di Jembatan Mahakam Samarinda
Pengendalian risiko juga diperkuat melalui penyusunan risk register (IBPR dan HRA) di seluruh unit kerja.
“Penghargaan ini tentunya menjadi pemacu bagi seluruh insan SPJM untuk terus dispilin dalam pelaksanaan K3L sebagai bentuk penegasan bahwa keselamatan bukan sekadar program, melainkan komitmen bersama untuk memastikan setiap insan perusahaan bekerja dengan aman dan pulang dengan selamat,” ujar Tubagus Patrick.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar