SULSELSATU.com – Indosat Ooredoo Hutchison melalui program pemberdayaan perempuan berbasis teknologi SheHacks memperluas jangkauan programnya ke tingkat internasional.
Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Global Market Benchmarking Trip di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Program ini bertujuan membuka akses pasar baru bagi startup perempuan Indonesia, memperluas jaringan inovasi di Asia Tenggara, serta memperkuat daya saing inovasi berbasis kecerdasan artifisial (AI) di tingkat global.
Baca Juga : Indosat Luncurkan Paket Bundling Google Gemini untuk IM3 dan Tri Selama Enam Bulan
Dalam kegiatan ini, SheHacks membawa Top 5 MVP Accelerator 2025 yang mewakili berbagai sektor digital prioritas di Indonesia. Kelima startup tersebut adalah DoctorTool, Hear Me, Serenic.ai, Katalis AI, dan Lunar Interactive.
Startup tersebut menghadirkan berbagai solusi berbasis teknologi. Mulai dari ekosistem digital berbasis AI untuk layanan kesehatan, teknologi komunikasi inklusif bagi komunitas tuli, hingga solusi pemasaran digital berbasis AI dan data analytics. Ada pula inovasi pembelajaran bahasa berbasis gamifikasi.
Selama kunjungan tersebut, para founder mengikuti berbagai agenda bisnis yang dirancang untuk memperluas peluang investasi dan kolaborasi pasar.
Baca Juga : Trafik Data Naik 20 Persen Saat Lebaran 2026, Jaringan Indosat Tetap Stabil
Mereka juga menjalani sesi mentoring dengan praktisi di Vietnam guna memperkuat pengembangan produk serta model bisnis yang lebih berkelanjutan.
Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison Reski Damayanti mengatakan, program ini dirancang untuk membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan Indonesia dalam ekonomi digital global.
“Program ini dirancang untuk menghadirkan peluang nyata bagi perempuan Indonesia di ekonomi digital global, sekaligus mencerminkan komitmen Indosat dalam memberdayakan Indonesia secara inklusif,” ujar Rezki.
Baca Juga : Lonjakan Trafik Jeneponto Diprediksi Capai 53 Persen, Indosat Siagakan BTS dan Posko Mudik
Rezki menjelaskan, melalui kolaborasi lintas negara, penguatan jejaring institusi, dan akses ke investor, SheHacks memperluas dampaknya dari Indonesia ke Asia Tenggara.
“Kami ingin para founder perempuan membangun koneksi yang kuat dengan ekosistem digital global, mengakses peluang pendanaan, dan mengubah inovasi mereka menjadi solusi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata Reski.
Kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah capaian penting. Para startup mengikuti 51 sesi business matching serta mentoring bersama pakar AI, strategi bisnis, legal, ekonomi, dan pengembangan komunitas.
Baca Juga : Mudik Sambil Livestream 11 Jam Pakai Indosat, Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Cetak Rekor MURI
Selain itu, program ini juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak di Vietnam. SheHacks berhasil menjalin koneksi dengan enam investor, enam instansi pemerintah, serta sembilan mitra potensial dalam ekosistem startup di negara tersebut.
Kolaborasi ini melibatkan sejumlah lembaga penting seperti Department of Science & Technology (DOST), Startup & Innovation Hub (SIHUB), HCMC Innovation Department, Business Startup Support Centre (BSSC), dan Investment & Trade Promotion Center (ITPC).
Keterlibatan lembaga pemerintah tersebut membuka peluang soft-landing bagi startup Indonesia yang ingin mengembangkan bisnis di Vietnam.
Baca Juga : Spesial iBoxing Week 2026 Makassar, IM3 Platinum Tawarkan Bundling iPhone 17
Dorong Startup Perempuan Masuk Pasar Global
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa SheHacks tidak hanya menjadi inkubator inovasi, tetapi juga platform pemberdayaan perempuan yang mampu membangun koneksi lintas negara.
Para founder mendapatkan kesempatan untuk memahami regulasi bisnis di Vietnam, menilai peluang ekspansi, serta menyesuaikan model bisnis untuk pasar Asia Tenggara.
Mereka juga mengikuti sesi khusus bersama investor seperti Do Ventures dan DMZ Ventures. Dalam sesi ini, para founder mempresentasikan inovasi mereka sekaligus berdiskusi langsung dengan investor mengenai potensi pengembangan bisnis.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa startup perempuan Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional jika didukung oleh ekosistem yang tepat.
Melalui program ini, Indosat Ooredoo Hutchison menegaskan komitmennya untuk memperluas dampak SheHacks di kawasan Asia.
Inisiatif di Vietnam juga diharapkan menjadi model kolaborasi bagi pengembangan ekosistem inovasi perempuan di negara-negara Asia lainnya.
Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi terciptanya ekosistem startup perempuan yang lebih inklusif, tangguh, dan kompetitif di tingkat global.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar